Sumbawa Tenun Fashion Street : Ikhtiar Menjadikan Tenun sebagai Identitas Glogal
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 merupakan ikhtiar bersama untuk menjadikan tenun sebagai identitas budaya yang memiliki daya saing global.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri pembukaan Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 di Jalan Merdeka, Sumbawa, Jumat malam (19/12).
“Saya memandang kegiatan ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan ruang penghormatan bagi karya para perajin dan desainer, sekaligus wujud nyata kecintaan kita terhadap tenun sebagai identitas budaya,” ujar Gubernur.
Ia menilai kualitas desain tenun Sumbawa yang ditampilkan menunjukkan kemajuan signifikan, baik dari sisi estetika maupun keberanian berekspresi para desainer. Menurutnya, upaya tersebut perlu diperkuat melalui proses inkubasi dan dukungan berkelanjutan agar para perajin dan desainer memiliki panggung yang lebih luas.
Gubernur menekankan bahwa tenun tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengandung filosofi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, pengembangan tenun harus tetap berakar pada budaya lokal, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Tenun harus tetap berakar pada budaya, namun juga mampu tampil modern, bernilai ekonomi, dan kompetitif. Fashion Street ini adalah jembatan antara tradisi dan inovasi,” katanya.
Ia juga mendorong generasi muda untuk melihat tenun sebagai peluang kreatif dan ekonomi, bukan sekadar simbol tradisi masa lalu. Menurut Gubernur, keterlibatan anak muda menjadi kunci agar tenun tetap relevan dan berkelanjutan.
“Di tangan generasi muda yang kreatif, tenun bisa menjadi karya desain orisinal dan sumber penghidupan yang menjanjikan. Jangan ragu mencintai budaya sendiri,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjut Gubernur, berkomitmen untuk terus mendampingi perajin dan desainer melalui kebijakan dan program yang mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Dipost oleh PPID user pada 19 Des 2025
21