KDMP diluncurkan Serentak, Gubernur NTB : Harus Gali Potensi Lokal

Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digelar secara serentak dan hybrid pada Senin (21/7). Acara ini dipusatkan di KDMP Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, bersama Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, turut menghadiri peluncuran secara langsung di salah satu lokasi percontohan nasional, yaitu KDMP Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Selain di Kekeri, dua lokasi percontohan lainnya di NTB adalah KDMP Desa Bilelando di Kabupaten Lombok Tengah dan KDMP Desa Kembang Kuning di Kabupaten Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang telah mewujudkan terbentuknya KDMP di NTB. Ia berharap ketiga koperasi percontohan ini dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lainnya.
“Mudah-mudahan dengan tiga mock-up yang kita buat di NTB ini, di Kembang Kuning, di Kekeri, dan di Bilelando ini, mudah-mudahan ini jadi model dulu. Kita perlu model dulu, supaya yang lain bisa mencontoh nanti. Tapi intinya di pendampingan nanti. Jadi di kadis kooperasi, baik di provinsi maupun di kabupaten, kota, insya Allah akan terus mendampingi teman-teman ini,” harapnya.
Gubernur menambahkan, saat ini terdapat 1.166 KDMP di NTB yang telah berbadan hukum. Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal agar setiap koperasi benar-benar tumbuh dan berdaya saing.
“Kita menunggu arahan dari pusat nanti model bisnisnya seperti apa. Tantangannya adalah bagaimana mengidentifikasi potensi-potensi lokal yang dimiliki oleh masing-masing KopDes ini,” pungkasnya.
Secara nasional, hingga saat ini tercatat sebanyak 80.081 KDMP telah berbadan hukum, dengan 108 di antaranya ditetapkan sebagai koperasi percontohan. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan jalan kedaulatan ekonomi yang dimulai dari desa.
“80.000 koperasi ini adalah suatu upaya untuk kita memperpendek rantai distribusi, rantai aliran bahan-bahan yang penting bagi rakyat, obat-obat yang penting bagi rakyat kecil, rakyat yang ekonominya masih lemah, mereka harus punya akses pada obat-obat penting dalam harga terjangkau,” imbuh Presiden.
KDMP diharapkan dapat mengembangkan berbagai lini usaha sesuai dengan potensi desa masing-masing, seperti cold storage, unit simpan pinjam, apotek desa, outlet sembako, serta usaha berbasis digital. Presiden juga menekankan pentingnya pengawasan dan tata kelola yang baik agar manfaat koperasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa.


Dipost oleh PPID user pada 21 Jul 2025

13

banner

Scan Qrcode atau klik SIMASKOT untuk mengisi Survei Kepuasan Masyarakat

SIMASKOT