Industri Ayam Terintegrasi Dibangun di NTB, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot secara resmi melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan industri perunggasan terintegrasi (integrated poultry industry) di Desa Srading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Jumat (6/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari ground breaking nasional yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku–Malut, Papua, Nusa Tenggara, dan Jawa.

Pembangunan industri perunggasan terintegrasi di NTB menjadi langkah strategis untuk memutus ketergantungan hulu–hilir yang selama ini dikuasai korporasi besar, sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan bahwa proyek ini merupakan embrio kemandirian ekonomi sektor peternakan di NTB. Ia menilai peternak lokal memiliki etos kerja yang kuat, namun kerap kalah bersaing akibat fluktuasi harga pakan dan bibit ayam (Day Old Chick/DOC) yang dikendalikan oleh monopoli industri besar.

Gubernur menyoroti ironi bahwa sekitar 50 persen jagung sebagai bahan baku pakan nasional berasal dari NTB, namun selama ini justru dikirim ke luar daerah dan kembali ke NTB dalam bentuk pakan dengan harga jauh lebih mahal.

“Persoalannya adalah hulu dan hilir yang tidak mampu kita kuasai. Mulai dari pakan hingga DOC harus melewati beberapa tahap yang dikuasai monopoli besar. Dengan hadirnya industri ini, kita ingin 100% kebutuhan disediakan sendiri di sini,” tegasnya.

Untuk mendukung kemandirian pakan, Pemprov NTB melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tengah mengembangkan riset formula pakan berbasis potensi lokal. Beberapa alternatif yang disiapkan antara lain pemanfaatan tepung kelor sebagai superfood dan maggot hasil pengolahan sampah organik sebagai sumber protein, guna mengurangi ketergantungan pada bahan impor.

Pembangunan industri ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan suplai dan permintaan akibat tingginya kebutuhan Program MBG. Saat ini, NTB telah memiliki 627 dapur MBG, melampaui target awal.


Dipost oleh PPID user pada 6 Feb 2026

15

banner

Scan Qrcode atau klik SIMASKOT untuk mengisi Survei Kepuasan Masyarakat

SIMASKOT