WAKIL GUBERNUR NTB MENINJAU PEMBANGUNAN PABRIK RDF (REFUSE DERIVIDE FLUEL) DAN ECO BLOCK SOLUTION

WAKIL GUBERNUR NTB MENINJAU PEMBANGUNAN PABRIK RDF (REFUSE DERIVIDE FLUEL) DAN ECO BLOCK SOLUTION

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau lokasi pembangunan pabrik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Desa Suka Makmur, Lombok Barat.

Umi Rohmi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pembangunan TPST tersebut akan menghasilkan bahan bakar refused derived fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pencampur batubara pada PLTU atau sebagai bahan bakar lainnya.

“TPST dapat mengurangi jumlah sampah 120 ton per hari dan akan terus dinaikkan hingga 300 ton perhari,” jelasnya.

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran lebih kecil melalui pencacahan sampah atau dibentuk menjadi pelet. Hasilnya, akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovaring batu bara untuk pembangkit tenaga listrik.

Kemudian bahan bakar RDF tersebut akan dijual kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang yang tidak jauh dari lokasi pabrik TPST.

Selain itu, Umi Rohmi juga turut meninjau pembangunan pabrik Block Solution Lombok (BSL) di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB di Banyumulek, Lombok Barat.

Pabrik BSL atau pabrik yang akan mendaur ulang sampah plastik menjadi batako plastik akan segera beroperasi pada akhir Juni 2023 mendatang. Pabrik Batako dari sampah plastik tersebut dibangun di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi NTB di Banyumulek, Lombok Barat.

Pembangunan pabrik Batako dari sampah plastik ini merupakan yang pertama kali di bangun di Provinsi NTB dan Indonesia secara umum. Hal ini akan menjadikan Provinsi NTB menjadi daerah percontohan dalam pembuatan batako dari sampah plastik. (Sandy, Photo : Jun)

                  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *