TINJAU LOKASI PENGOLAHAN SAMPAH, INI HARAPAN WAGUB

Lombok Barat – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Lombok Barat, Sabtu (07/03/2020). Pada kesempatan itu, Wagub turut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMPD DUKCAPIL) Provinsi NTB, Dr. Ashari, SH., MH .

Wagub dalam kesempatan tersebut menyaksikan proses produksi biomassa pelet serta meninjau ketersediaan mesin pencacah sampah organik, mesin pencetak pelet dan juga implementasi kompor pelet rumah tangga. Pemprov NTB memang menginginkan agar sampah bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat seperti menjadi pelet yang bisa digunakan sebagai bahar bakar rumah tangga dan pembangkit listrik di PLTU Jeranjang.

Wagub, meminta jajarannya serta pihak PLTU Jeranjang melalui pendampingannya agar segera membuat SOP serta petunjuk penggunaan yang baik sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Selain itu, kuantitas mesin pengolahan sampah diharapkan dapat terus ditingkatkan. Dengan ketersediaan mesin, diharapkan desa-desa di NTB dapat mempunyai mesin pengelolaan sampahnya masing-masing.

“Pelet ini kita programkan ke semua desa agar sampah bisa menjadi bahan bakar, sampah harus jadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Tak hanya mengunjungi TPA Kebon Kongok, Umi Rohmi kemudian melanjutkan kunjungan ke Unit Pengolahan Sampah Organik Metode Biokonversi “Black Soldier Fly” (BSF) di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Setibanya di lokasi, Ia menyoroti lahan kosong yang terdapat di Pengelohan Sampah Metode BSF tersebut. Menurutnya, lahan kosong tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin terutama dalam hal edukasi dan sosialisasi ke masyarakat.

“Ini memang adalah usaha kita bagaimana mengelola sampah, sekarang kan sudah mulai, mulai ada contoh mulai diikuti oleh masyarakat untuk sampah itu tidak jadi musibah tapi jadi berkah,” jelasnya.

Untuk itu, Umi Rohmi tak henti-hentinya menekankan bahwa sampah akan mempunyai nilai dan manfaat apabila dikelola dengan baik. Dengan pengelolaan yang baik sampah tersebut dapat menjadi pakan ternak bahkan sebagai bahan bakar yang tentunya akan sangat membantu perekonomian masyarakat NTB pada umumnya.

“Nanti kita kedepannya dorong semua desa untuk melakukan ini, sehingga sampah yang ada di desa itu akhirnya berkah untuk desa itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *