HJ. NIKEN BUKA WORKSHOP MONEV PJAS

HJ. NIKEN BUKA WORKSHOP MONEV PJAS

Mataram – Balai Besar POM Di Mataram menggelar Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Jum’at (6/12/2019). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lombok Astoria itu dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc.

Kegiatan ini pula dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan sertifikat Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) kepada Kepala Sekolah yang hadir.

Hj. Niken dalam sambutannya menegaskan betapa pentingnya pengawasan pangan jajanan bagi anak-anak. Menurutnya, adalah tanggung jawab seluruh pihak untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tersebut aman.

“Menjadi tanggung jawab kita semua bahwa panganan anak-anak di sekolah adalah panganan yang aman, yang kedua juga panganan yang bermutu dan ketiga panganan yang bergizi,” sebut Hj. Niken.

Hj. Niken bersyukur NTB mendapatkan intervensi yang besar dari pemerintah. Ia juga berharap kedepannya akan lebih banyak lagi sekolah yang mendapat intervensi keamanan pangan yang sama.

“Kita di Provinsi Nusa Tenggara Barat bersyukur bahwa kita termasuk dalam 839 sekolah yang diberikan intervensi sebagai pilot project kegiatan pengawasan jajanan anak sekolah,” sambungnya.

Hj. Niken kemudian mengapresiasi sekolah-sekolah yang berhasil meraih penghargaan PBKPKS. Ia mengaku senang sembari meminta agar prestasi tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

“Ini bisa menjadi bagian dari prestasi sekolah bahwa sekolah bisa membantu mendukung menyediakan asupan pangan yang aman, yang bergizi dan bermutu untuk anak-anak kita semua,” tutur Hj. Niken.

Hj. Niken berharap akan lebih banyak sekolah-sekolah yang mampu dan sukses dalam menjaga keamanan pangan di kantin sekolahnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pangan jajanan anak di sekolah.

“Marilah bersama-sama kita bergandengan tangan, memberikan kontribusi kita bagi generasi emas Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.

Kepala Subdit Pemberdayaan Pelaku Usaha, Direktorat PMPU Badan POM, Dra. Dyah Sulistyorini, Apt, M.Sc, yang membacakan sambutan dari Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Badan POM RI, mengungkapkan bahwa keamanan pangan masih menjadi masalah serius di Indonesia. Campuran bahan kimia berbahaya bahkan izin peredaran masih terjadi dibanyak tempat.

“Badan POM bersama Kementerian dan Pemda serta masyarakat harus secara sinergis melakukan peningkatan efektivitas dan penguatan pengawasan obat dan makanan,” tegas Dyah.

Badan POM juga menyelenggarakan berbagai program yang mendukung Germas atau Gerakan masyarakat hidup sehat, contohnya Germas Sadar Pangan Aman (Germas Sapa). Para pelaku usaha diminta untuk memproduksi pangan dengan baik dan sehat.

“Kita harapkan, apabila kita sudah melakukan suatu pembenahan hari ini, maka generasi masa depan tentunya akan semakin lebih baik,” lanjutnya.

Penghargaan yang diberikan juga diharapkan menjadi komitmen bagi sekolah untuk terus melakukan pengawasan bagi pangan jajanan anak sekolah. “Piagam ini adalah simbol dari komitmen bapak ibu sekalian beserta kantin di sekolah,” kata Dyah.

Kepala Balai Besar POM di Mataram, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt.,M.H , dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut adalah tersosialisasinya capaian intervensi keamanan PJAS tahun 2019 di Provinsi NTB. Kemudian melakukan evaluasi, mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam pelaksanaannya serta merencanakan tindak lanjut dan keberlangsungan program.

“Dengan tema, melalui koordinasi lintas sektor, kita tingkatkan kemitraan dalam menjaga keberlangsungan program intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkap Suarningsih.

Suarningsih menjelaskan bahwa PJAS merupakan program proyek prioritas nasional yang pencapaian, target dan realisasinya harus dilaporkan tiap tiga bulan sekali kepada kantor staf presiden.

“Kami dari Badan POM, mengapresiasi bapak ibu semua atas respon cepat, respon yang luar biasa, kita bersama-sama bertanggung jawab untuk mewujudkan keamanan pangan jajanan untuk anak-anak kita,” terangnya.

Suarningsih berharap agar kegiatan yang berlangsung hari ini bukan hanya sekedar seremonial saja. Namun, dapat diterapkan dalam keseharian. “Sekarang, orientasi pemerintah adalah membangun SDM yang unggul, salah satu intervensinya adalah melalui keamanan pangan,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *