KUNJUNGI POSYANDU KELUARGA, WAKIL : POSYANDU KELUARGA MELAYANI SEMUA KALANGAN

Lombok Timur menjadi salah satu kabupaten yang sudah melakukan revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga secara keseluruhan, total sebanyak 1.930 posyandu yang ada di Kabupaten Lombok Timur telah menjadi Posyandu Keluarga sebagaimana program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi posyandu, selasa 22 Juni 2021 di Kabupaten Lombok Timur, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten yang telah menjalankan program ini dengan serius dan maksimal sehingga dalam waktu yang tidak terlampau lama, program revitalisasi posyandu dapat diselesaikan.

Ia mengatakan, posyandu keluarga ini hadir bukan hanya melayani bayi dan ibu hamil, namun juga untuk melayani semua masyarakat. Selain itu, posyandu keluarga ini juga sebagai sarana edukasi dan sosialisasi, baik itu tentang gizi buruk, pernikahan dini, lansia, buruh migran dan lain sebagainya, terutama sosialisasi tentang Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia.

“Posyandu Keluarga melayani semua kalangan, baik itu, bayi, anak-anak, ibu hamil, remaja hingga lansia. Layanannya juga bukan hanya tentang kesehatan, namun juga tentang masalah sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Ummi Rohmi sapaannya, juga meminta kepada kepala desa agar mengintegrasikan posyandu dengan bank sampah supaya masalah sampah juga terselesaikan dengan posyandu Keluarga ini. Ia juga berpesan kepada seluruh kader posyandu agar pendataan harus terul dilakukan dengan baik dan akurat mengingat data tersebut dijadikan sebagai acuan untuk mengambil kebijakan.

HUT NTB KE 62, PROGRESS REVITALISASI POSYANDU SEMAKIN BAGUS

Mataram – Di Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke 62 tanggal 17 Desember tahun 2020 ini, ada banyak capaian penting yang diraih oleh Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah atau Zul – Rohmi. Salah satunya adalah program Revitalisasi Posyandu yang semakin bagus.

Revitalisasi Posyandu adalah satu ikhtiar untuk meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi Posyandu secara bertahap menuju Posyandu Keluarga. Jika Posyandu biasa hanya melayani Ibu dan anak, maka Posyandu Keluarga melayani semua anggota keluarga yang merupakan gabungan dari Posyandu KIA, Posyandu Remaja, Posbindu dan Posyandu Lansia.

Bukan itu saja, revitasisasi Posyandu juga ditujukan untuk menjadikan Posyandu sebagai ujung tombak penanganan beragam persoalan sosial kesehatan di tingkat dusun. Sebut saja misalnya pendewasaan usia perkawinan, bahaya narkoba, penanganan buruh migran, pendidikan tanggap bencana dan sebagainya.

Sejak dilaunching program Posyandu keluarga sebagai salah satu inovasi Pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2017, perkembangan terbentuknya Posyandu Keluarga cukup pesat berawal dari 86 Posyandu keluarga pada tahun 2018, saat ini di bulan Desember 2020 jumlah Posyandu Keluarga mencapai 2.223 Posyandu. Hal ini membuktikan bahwa Posyandu Keluarga begitu besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam beberapa kesempatan mengatakan, Posyandu Keluarga tak hanya melayani aspek kesehatan, namun juga mampu menjadi jawaban persoalan sosial masyarakat desa. Selain kasus gizi buruk, stunting dan isu lain seperti buruh migran dan narkoba, Wagub juga berharap sosialisasi tentang dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi makin digencarkan sebagai upaya pencegahan terhadap kasus pernikahan anak yang marak terjadi dimasa pandemi. Begitupula dengan pola hidup sehat sebagai imunitas dan mewaspadai penyakit menular seperti Covid-19 menjadi tugas kader Posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat.

Secara kuantitas, perkembangan jumlah Posyandu di NTB cukup signifikan,karena terjadi penambahan jumlah posyandu setiap tahun, pada tahun 2018 jumlah posyandu sebanyak 7.207 bertambah pada tahun 2020 menjadi 7.474 posyandu. Jadi setiap Desa/Kelurahan rata-rata terdapat 6-7 Posyandu, dan setiap Posyandu melayani sekitar 70 anak balita.

Kemajuan posyandu tidak terlepas dari keaktifan dan ketrampilan kader posyandu. Sejak tahun 2019 telah dibuatkan sertifikat bagi kader terlatih dengan harapan kader-kader yang telah mendapatkan berbagai pelatihan tidak serta merta diganti tanpa alasan yang jelas. Adapun jumlah kader dan kader yang sudah terlatih dan yang telah mendapat sertifikat di tahun 2020 yaitu, jumlah kader sebanyak 36.832, kader terlatih 29.291 dan kader yang telah mengantongi sertifikat sebanyak 23.728. (Humas NTB)

KUNJUNGI SUMBAWA DAN KSB, WAGUB JELASKAN PENTINGNYA POSYANDU KELUARGA

Sumbawa Barat – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota di pulau Sumbawa. Pada Selasa 20 Oktober 2020 ini, Wakil Gubernur mengunjungi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan pentingnya Posyandu Keluarga bagi masyarakat.

“Kenapa Posyandu Keluarga? Kalau Posyandu biasanya kan melayani bayi dan ibu hamil, tapi kalau Posyandu Keluarga yang dilayani adalah dari bayi sampai lansia. Jadi remaja dilayani, lansia juga dilayani, ibu-ibu produktif juga dilayani,” ungkapnya saat memberikan sambutan di Posyandu Keluarga Desa Moteng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang ada dalam Posyandu Keluarga bukan hanya sekedar pelayanan kesehatan saja. Namun pelayanan sosial dan pendidikan juga ada dalam Posyandu Keluarga, seperti pengetahuan tentang bahaya narkoba dan dampak-dampak sosial akibat pernikahan usia anak.

“Semua itu dilakukan di Posyandu setiap dusun di Indonesia sebulan sekali, dilakukan secara berlanjut setiap bulan, di situ masuk edukasi-edukasi maka insya Allah masalah-masalah yang kita hadapi di dusun maupun desa bisa teratasi,” jelasnya.

Namun, ia mengatakan bahwa salah satu ujian dalam menjalankan program ini adalah kepedulian dari masyarakat terkait masalah ini. Itu menjadi tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga.

“Masalah kita di Indonesia adalah edukasi, bukan tidak mampu, tapi hanya kurang paham, atau kurang mau paham atau kurang peduli sehingga tidak teratasi. Kalau edukasi dilakukan terus menerus, akhirnya akan ternanam di benak masyarakat bahaya narkoba dan pernikahan anak,” terangnya.

Sementara itu Pjs. Bupati Sumbawa Barat, Dr. M. Agus Patria mengukapkan bahwa Program Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga sudah mulai dimasifkan di Sumbawa Barat. Ini dibuktikan dengan telah terbentuknya 67 Posyandu Keluarga dari 225 Posyandu di Sumbawa Barat.

Untuk meningkatkan kualitas dan semangat para kader Posyandu Keluarga, Agus Patria juga meminta agar insentif para kader ditingkatkan. “Saya sudah minta kepada Sekda untuk meningkatkan insentif para kader dari 200 ribu menjadi satu juta rupiah, karena kita tahu ibu Wagub dan ibu Kadis kita ini sangat memperhatikan sektor kesehatan,”.

Beranjak dari Sumbawa Barat, Wakil Gubernur langsung menuju ke Desa Lape Kabupaten Sumbawa untuk melakukan launching Posyandu Keluarga. Disana, Wakil Gubernur memberikan arahan yang sama terkait Posyandu Keluarga.

Tak lupa, ia mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama melakukan aktivitas.(Humas NTB)

RESMIKAN POSYANDU KELUARGA, WAGUB MINTA KESEHATAN HARUS DIPRIORITASKAN

Lombok Utara – Revitalisasi Posyandu sebagai salah satu program unggulan provinsi NTB sudah mulai terlihat hasilnya. Hampir semua Posyandu sudah menjadi Posyandu Keluarga. Hari ini, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali meresmikan Posyandu keluarga di Kabupaten Lombok Utara, Kamis 15 Oktober 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengakatakan bahwa di tengah pandemi ini kita dapat pelajaran bahwa kesehatan harus diletakkan sebagai salah satu prioritas utama pada kehidupan masyarakat.

“Kesehatan itu tidak boleh kita abaikan dalam hidup kita, Kesehatan harus nomor satu, pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita bahwa kesehatan harus diletakkan paling depan,” jelasnya.

Umi Rohmi, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa Posyandu keluarga ini adalah salah satu ikhtiar dalam meningkatkan kesehatan. Namun, fungsinya bukan hanya untuk kesehatan saja, tapi Posyandu keluarga ini adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan lain selain kesehatan seperti pencegahan pernikahan anak dan sosialisasi bahaya narkoba.

Pada masa pandemi ini, lanjutnya, pengoperasian Posyandu keluarga harus sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, hal ini disampaikan agar tidak ada penularan di Posyandu keluarga yang mana fungsinya untuk memberikan kesehatan justru akan mendatangkan penyakit.

“Saya sudah melihat Posyandu keluarganya, tinggal disesuaikan pelayanannya bagaimana diatur sesuai keadaan, artinya tidak terlalu berkerumun, tidak harus dalam satu waktu yang bersamaan,” terang Umi Rohmi.

Umi Rohmi juga mengapresiasi Posyandu keluarga ini karena telah menjadi Posyandu keluarga yang terintegrasi dengan bank sampah, jadi, program unggulan zero waste dapat diwujudkan dari Posyandu keluarga.

Plt. Bupati KLU, H. Sarifudin yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan terimakasih kepada Wakil Gubernur yang telah mengadakan program ini di KLU, ia berharap, masyarakat KLU terus bersemangat dalam meningkatkan kesehatan dari Posyandu keluarga.

Ia meminta kepada masyarakat untuk sungguh-sungguh dalam mengembangkan dan merawat Posyandu keluarga ini, bukan hanya dijadikan kegiatan seremonial belaka, agar keinginan untuk menjadikan masyarakat dengan tingkat kesehatan tinggi menjadi nyata.

“Jadikanlah momentum ini momentum yang baik, untuk meneruskan apa yang dicita-citakan negara kita, bahwa masyarakat Indonesia harus menjadi masyarakat yang sehat, generasi kita menjadi generasi yang sehat, yang insyaallah akan menjadi pemimpin di masa depan,” tuturnya.

Kepala Desa Anyar, Ir. Rusni menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran Wakil Gubernur, ia berharap dengan hadirnya Wakil Gubernur ini dapat menambah semangat masyarakat Desa Anyar untuk mengembangkan Posyandu keluarga. (Humas NTB).

MASYARAKAT NTB RASAKAN MANFAAT POSYANDU KELUARGA

Lombok Timur – Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah meluncurkan Posyandu Keluarga di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Selasa, 13 Oktober 2020. Dalam pelaksanaannya, Wagub memantau penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang sedang berlangsung.

Setiba disana, nampak masyarakat sibuk memeriksa kesehatan. Sebagian lagi terlihat menunggu giliran. Semuanya dilaksanakan dengan protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker hingga menjaga jarak.

Seperti biasa, Posyandu keluarga melayani pelayanan kesehatan kepada anak, ibu, remaja, hingga lansia. Masyarakat nampak antusias dengan keberadaan posyandu keluarga tersebut.

Di hadapan masyarakat, Wagub menyampaikan bahwa, permasalahan yang bisa dideteksi oleh posyandu keluarga tidak hanya soal kesehatan. Melainkan juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk berkonsultasi dan mendapatkan edukasi tentang semua hal di masyarakat.

“Kita hajatkan posyandu keluarga ini menjadi pusat edukasi berbagai kebutuhan masyarakat,” ungkap Wagub yang populer disapa Umi Rohmi tersebut.

Revitalisasi posyandu, lanjut Umi Rohmi, dilakukan agar edukasi tentang dasar-dasar permasalahan masyarakat dapat teratasi. Seperti, edukasi penanganan ibu hamil dan tumbuh kembang anak, edukasi bahaya narkoba kepada milenial, edukasi buruh migran kepada usia produktif, hingga edukasi masalah gizi kepada lansia.

“Kita optimis, dengan Posyandu keluarga, masalah kesehatan, sumber daya manusia hingga lingkungan bisa kita atasi bersama,” tambah Umi Rohmi di hadapan Bupati Lombok Timur yang juga hadir pada kesempatan tersebut.

Cucu Pahlawan Nasional tersebut meminta, Posyandu keluarga di Lombok Timur harus tetap diperbanyak. Dengan Posyandu Keluarga, tambah Wagub, seluruh keluhan masyarakat mampu diatasi dari dusun.

“Jika seluruh desa dan dusun sudah terbentuk Posyandu keluarga, kita yakin, Posyandu keluarga tersebut tidak hanya mengatasi masalah kesehatan, tapi mampu meningkatkan IPM,” ungkap wagub.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmi berjanji akan menambah jumlah Posyandu keluarga di Lombok Timur. Ia menargetkan, hingga akhir 2020, setengah dari jumlah Posyandu akan direvitalisasi menjadi Posyandu keluarga.

“Jumlah posyandu di Lombok Timur ini ribuan, yang sudah menjadi posyandu keluarga baru 200, kami akan terus perbanyak, mohon bimbingan ibu Wagub,” ujar Sukiman.

Sukiman bercerita, kesadaran masyarkat tentang pentingnya posyandu keluarga sudah mulai terasa, itu semua dibuktikan dengan kepala desa yang datang menyampaikan keinginannya untuk merevitalisasi Posyandu di desa setempat.

“Posyandu keluarga ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Alhamdulillah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mendana Raya, Suparman, mengaku bangga atas kehadiran Wakil Gubernur dan Bupati Lombok Timur. Terlebih, kehadiran wagub meresmikan secara langsung Posyandu keluarga di desanya.

“Mewakili masyarakat desa Mendana Raya, saya ucapkan terimakasih kepada ibu wagub dan pak bupati yang telah menyempatkan waktu melaunching Posyandu keluarga di desa kami,” ungkap kades.

Posyandu keluarga ini, lanjut Suparman, memudahkan masyarakatnya dalam konsultasi berbagai permasalahan. Ia mengaku, masyarakat sudah sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Dulu masyarakat kami banyak yang memberikan ASI kepada anaknya di pinggir jalan, Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi, itu semua berkat posyandu keluarga,” ungkap kades yang terkenal humoris tersebut.

Suparman meminta, dukungan dari Pemprov NTB serta kabupaten Lombok timur terus ditingkatkan, terutama faktor pendukung suksesnya Posyandu keluarga tersebut.

“Mohon bimbingan dan bantuan dari Pemprov NTB dan Pemkab Lotim,” ungkapnya.

Sementara itu, Murni (65) mengaku senang dengan adanya Posyandu keluarga tersebut. Perempuan yang sudah lanjut usia ini mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa hingga Pemprov NTB.

“Bagus ini, selain mengantar cucu saya, saya juga bisa Posyandu,” ungkapnya sambil mengacungkan jempol. (Humas NTB)

TINJAU POSYANDU KELUARGA DESA MIDANG, WAGUB APRESIASI KEKOMPAKAN DESA

Lombok Barat – Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga yang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB semakin menunjukan hasilnya. Satu per satu daerah berlomba-lomba mewujudkan Posyandu Keluarga di daerahnya.

Mengawali senin pagi, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi salah satu Posyandu Keluarga Terintegrasi yang terdapat di Desa Midang Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Senin, 5 Oktober 2020.

Posyandu Keluarga Desa Midang ini telah terintegrasi dengan Bank Sampah. Selain itu, terdapat pula pengembangan usaha ecobrick, jalinan kerjasama dengan BUMDes, serta usaha-usaha dalam memajukan UMKM di desa tersebut.

Wagub dalam sambutannya begitu mengapresiasi langkah-langkah dan juga terobosan yang telah dilakukan pemerintah dan warga Desa Midang. Ia pun memuji Kepala Desa Midang yang disebutnya memahami betul bagaimana menjadikan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan juga lingkungan sebagai prioritas utama.

“Alhamdulillah, semoga semakin banyak Kepala Desa yang sangat sungguh-sungguh memikirkan hal-hal yang mendasar. Karena kita berjuang untuk kesehatan dan lingkungan itu tidak seperti membalikan telapak tangan,” terang Wagub.

Selain itu, Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini mendukung penuh harapan Kepala Desa Midang yang bertekad menjadikan desanya sebagai Desa Wisata andalan di Lombok Barat bahkan NTB.

“Dengan mendorong Desa Midang ini menjadi desa wisata, itu menjadi trigger untuk membenahi lingkungan dan juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umi Rohmi kembali mempertegas bahwa saat ini masyarakat dihadapkan hanya pada dua pilihan. Pilihan tersebut yakni hidup aman dan produktif. Sehingga, dimasa pandemi Covid-19 ini masyarakat diminta mampu tetap produktif dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“Untuk bisa hidup aman dan profuktif syaratnya hanya satu, yaitu patuhi protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Umi Rohmi.

Dalam hal ini, Umi Rohmi bersyukur masyarakat NTB tetap mampu bertahan ditengah sulitnya perekonomian yang disebabkan adanya pandemi. Untuk itu, Ia mengajak seluruh daerah mendorong potensi yang dimiliki di daerahnya masing-masing.

Terakhir, Umi Rohmi berharap kedepannya semakin banyak daerah-daerah di NTB yang menerapkan Posyandu Keluarga. Dengan kekompakan, Ia optimis seluruh Posyandu di NTB kelak akan menjadi Posyandu Keluarga. Untuk itu, sinergi antar pemerintah dan seluruh masyarakat menjadi kunci mewujudkan hal tersebut.

“Kita harapkan semoga posyandu bisa menjadi Posyandu Keluarga, bisa melayani anak sampai lansia sehingga masalah kesehatan dan masalah sosial yang kita hadapi bisa kita atasi bersama,” pungkasnya.

Mewakili Bupati Lombok Barat, Sekretaris Daerah Lombok Barat, Dr. H. Baehaqi menyambut hangat kunjungan Wagub beserta rombongan. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemprov yang disebutnya begitu memperhatikan pembangunan hingga ke lingkup terkecil.

“Perhatian Wakil Gubernur kepada Lombok Barat ini sangat luar biasa, sangat sering sekali beliau hadir bersama kita dengan masyarakat, terlebih dimasa pandemi Corona ini,” ujarnya.

Baehaqi juga mendukung penuh akan pentingnya kehadiran Posyandu Keluarga ditengah masyarakat. Posyandu Keluarga yang mencakup semua kalangan tentunya akan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan.

“Bisa dikatakan posyandu sebagai layanan kesehatan paling terdepan di masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Midang, Drs. Syamsuddin melaporkan capaian dan progres pembangunan di Desa Midang. Dimulai dari keberlangsungan Posyandu Keluarga hingga menyukseskan Desa Midang sebagai salah satu Desa Wisata andalan di NTB. Menurutnya, kehadiran Desa Wisata akan memberikan multiplier effeck pada aspek-aspek lainnya, seperti kebersihan lingkungan dan kemajuan UMKM.

“Warga Desa Midang banyak menciptakan program program yang berkaitan dengan kebersihan sampah. Harapan saya, semoga sampah sampah di Desa Midang bisa terus menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Desa Midang telah mempunyai satu Posyandu Keluarga. Sehingga, Syamsuddin berjanji Posyandu Keluarga di Desa Midang akan terus ditambah jumlahnya. Hal ini disebutnya merupakan wujud dukungan penuh Desa Midang terhadap program unggulan Pemprov NTB.

“Untuk target di tahun 2021 semoga semua posyandu di Desa Midang menjadi Posyandu Keluarga,” harapnya.

Turut mendampingi Wagub dalam kunjungan kali ini, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kadis P3AP2KB Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Kadis PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB. (Humas NTB)

POSYANDU KELUARGA, MENGATASI MASALAH BERBASIS PENDEKATAN KELUARGA

Lombok Timur – Revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga terus digenjot di seluruh kabupaten/kota bahkan desa-desa di NTB. Posyandu keluarga adalah terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan berbasis pendekatan keluarga. Posyandu keluarga tidak hanya melayani Ibu dan bayi namun juga melayani remaja dan lansia.

“Edukasinya melalui Posyandu jadi, Posyandu kita akan menjadi pusat edukasi, Posyandu kita akan melayani dari bayi sampai lansia,” ujar Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi saat memberikan sambutan sekaligus meluncurkan posyandu keluarga di Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Sabtu, 19 September 2020.

Pembangunan berbasis desa ini menjadi andalan Pemprov NTB, sehingga diperlukannya sinergitas segala pihak terlebih kepala desa. “Kepala Desa yang dibawah binaan bapak Camat ini menjadi kunci di dalam kita membangun desa kita, membangun Lombok Timur, membangun NTB,” tambahnya.

Umi Rohmi menilai Desa Embung Kandong sebagai desa yang luar biasa, menerima dan merespon hal positif dengan sigap.

“Desa Embung Kandong ini bukan Desa biasa, segala sesuatu yang positif itu mudah di dorong di sini, tadi disampaikan bank sampah, kemudian juga pembinaan keluarganya, posyandunya, semuanya itu insya Allah bisa dengan mudah didorong di sini,” ungkap Umi Rohmi

Lebih jauh, Umi Rohmi mengatakan bahwa Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengeluarkan Peraturan Daerah Penanggulangan Penyakit Menular. Hal ini merupakan wujud kasih sayang pemerintah untuk menjaga masyarakat dari virus corona.

“Jangan dilihat Perda ini kemudian dilihat dari dendanya, jadi denda ini hajatnya adalah untuk bagaimana agar masyarakat kita semua pakai masker kalau di luar rumah, karena pandemi ini belum selesai dan kita tidak tahu kapan selesainya, selesainya adalah kalau vaksin sudah ditemukan,” ucap Umi Rohmi.

Sehingga langkah yang paling tepat dan bijak untuk saat ini, lanjut Umi Rohmi, ialah memanfaatkan vaksin yang sudah ada, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Wujud kasih sayang kita adalah dengan menggunakan masker,” ucap Umi Rohmi.

Perda Nomor 7 Tahun 2020 Penanggulangan Penyakit Menular ini harus berbasis desa, sehingga seluruh masyarakat dapat kompak mematuhinya.

“Karena tidak mungkin hanya Kabupaten saja atau bahkan Provinsi, tidak mungkin kalau tidak berbasis Desa, InsyaAllah mari kita melakukan amalan terbaik saat ini, menggunakan masker, menghindari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dari bahaya,” ungkapnya.

Lebih jauh, hadirnya kampung KB sangat membahagiakan bagi Umi Rohmi, sebab dapat diintegrasikan dengan program-program lainnya salah satunya bank sampah. “Kampung KB ini gampang sekali diintervensi, karena sudah ada treatment di situ, ada edukasi di situ, sehingga kalau kita masukin bank sampah cepat menyesuaikan, kita masukkan program-program lain juga cepat menyesuaikan,”

Umi Rohmi menyampaikan bahwa Pemerintah provinsi NTB sangat bangga dengan program BKKBN tersebut. “Ini Insya Allah dengan sinergi, tidak ada yang sulit, dengan sinergi yang baik Insya Allah semuanya akan dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang terpenting doa dan ikhtiar itu kita jalankan,” tuturnya

Terakhir, dengan diluncurkannya posyandu keluarga di Kabupaten Lombok Timur itu, diharap seluruh posyandu di Lombok Timur menjadi posyandu keluarga bisa melayani bayi sampai dengan lansia. “Terima kasih sekali lagi untuk BKKBN, kepala BKKBN Makasih banyak, sudah berapa kali ke NTB, mudah-mudahan ini semua membawa berkah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) menyampaikan apresiasinya terhadap Pemprov NTB atas trobosan posyandu keluarga. Hasto menerangkan bahwa hal pertama di Indonesia dan akan diterapkan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota se Indonesia. “Ide Ibu Wakil Gubernur membuat Posyandu keluarga itu menurut saya ide yang cemerlang karena efektif dan efisien bagi BKKBN,” ungkapnya.

Hasto atau akrap disapa Ayah Genre ini juga turut mengapresiasi kebersihan dan penataan Desa Embung Kandong. “Ini bersih dan bagus. Saya tadi bisa siaran virtual dari kantornya kepala Desa ke Makassar, alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik mengungkapkan rasa bahagianya dapat dikunjungi oleh Kepala BKKBN RI. Selain itu juga persoalan pernikahan dini yang kerap terjadi dan menjadi persoalan di Lotim telah menjadi fokus pemda Lotim.

“Alhamdulillah dengan Bapak sudah memberikan kami pencerahan di TV, kami dengan jajaran terkait di Lombok Timur langsung merapatkan bahkan Pak Bupati langsung direktif kepada semua Camat dan semua kepala Desa untuk mengarahkan supaya Desa memiliki Perdes tentang penundaan usia perkawinan,” ucapnya.

Lebih jauh, Juaini mengingatkan kepada seluruh Camat dan seluruh Kepala Desa bahwa perang melawan pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

“Kekuatan personel yang ada di Lombok Timur tentu tidak cukup mencengkram sampai di tingkat Dusun, sampai di tingkat keluarga, karena itu peran Camat, peran Kepala Desa beserta perangkat desa untuk mari berperang melawan Covid, memastikan 3M paling tidak ini harus benar-benar kita wujudkan,” ujarnya. (Humas NTB)