GUBERNUR SERAHKAN 200 SAPI UNTUK MENDUKUNG FOOD ESTATE DI LABANGKA

Sumbawa – Dalam rangka mendukung program 1000 sapi Labangka Food Estate, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan 200 sapi kepada lima kelompok tani di kawasan Labangka, Sumbawa, Jumat, 4 Desember 2020.

Food Estate sendiri merupakan program pemerintah pusat. Di Indonesia, hanya lima daerah yang dapat, dari lima daerah tersebut, NTB mendapat dua proyek, pertama di Pujut Kabupaten Lombok Tengah, kedua di Labangka, Sumbawa.

“200 sapi ini merupakan awal yang baik, kedepan, jumlahnya akan terus bertambah,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Kedepan, lanjut Bang Zul, Labangka ini menjadi seperti ‘kabupaten sendiri’. Semua kebutuhan ada di Labangka. Semua tanaman pangan, peralatan pertanian, hingga ternak akan dibantu. Kemudian, tambah Bang Zul, semua ternak hingga jagung akan diolah di Labangka.

“Semua ternak dipotong disini, kulit dan tulangnya diolah disini, itu semua harapan kita semua, agar industri hadir di Labangka,” tambah Bang Zul.

Kepada masyarakat, Bang Zul berpesan, seluruh bantuan tersebut harus dijaga, dirawat. Labangka harus menjadi contoh untuk kecamatan di seluruh Indonesia.

“Jangan sampai bantuan ini menjadikan kita lupa terhadap kewajiban kita semua, meskipun punya banyak sapi, ibadah harus jadi yang utama,” tegas Gubernur

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan, 1000 ekor sapi akan diturunkan di Labangka. Namun, karena akhir tahun, untuk sementara 200 sapi yang diturunkan. Sisanya akan diberikan pada tahun 2021 mendatang.

“800 ekor akan dikirim tahun 2021 mendatang,” ungkap Ir. Hj. Budi Septiani.

Dari 40 ekor masing-masing kelompok tersebut, lanjutnya, 20 ekor sapi pejantan penggemukan, 18 sapi indukan dan 2 ekor pejantan. Untuk penggemukan akan memanfaatkan limbah-limbah pertanian pada saat panen tiga kali. Selain itu, Pemprov juga telah menyiapkan bantuan 7,2 Ton Konsentrat untuk setiap kelompok untuk proses penggemukan.

“Selain bantuan sapi, Pemprov telah menyiapkan konsentrat untuk proses penggemukan, serta masing-masing kelompok diberikan mesin pemotong pakan,” tutupnya.

Selain itu, Ketua Kelompok Banyu Urip, Pitraturrahman mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Gubernur NTB. Ia menuturkan, sinergi pemerintah pusat dan Pemprov NTB benar-benar dirasakan pada Food Estate Labangka tersebut.

“Alhamdulillah, kami dari salah satu kelompok penerima bantuan sapi sangat berterimakasih kepada Gubernur dan pemerintah pusat,” ungkap pria berisi 32 tahun tersebut.

Lalu Hamullah, Ketua Kelompok Karya Makmur mengaku bantuan tersebut menambah perekonomian masyarakat. Karena menurutnya, ia tidak pernah bermimpi dapat membeli sapi. Tapi kenyataannya, ia bersama anggota kelompoknya mendapat bantuan sapi dari pemerintah.

“Mimpi untuk beli sapi pun tidak pernah, kami sangat bersyukur dalam bantuan sapi, tentu bantuan ini mampu menopang perekonomian kami,” ungkapnya penuh bahagia.

Distribusi ternak sapi tersebut juga dirangkaikan dengan Bimtek Pakan. Nama-nama kelompok penerima bantuan sapi Labangka Food Estate. 1. Karya Makmur, 2. Sabalong Samalewa, 3. Banyu Urip, 4. Hidayah, 5. Taman Kerti. (Humas NTB)

SAPA MASYARAKAT BUER DAN ALAS, GUBERNUR DORONG PERCEPATAN INDUSTRIALISASI

Sumbawa – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyapa masyarakat Kecamatan Buer dan Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Minggu, 13 September. Dalam Kunker kali ini, Gubernur melihat produk-produk lokal yang dibuat oleh masyarakat setempat. Selain itu, Gubernur meminta masyarakat untuk terus mengembangkan produk-produk lokal ini.

“Produk lokal kita tidak kalah dengan produk luar,” ungkap Gubernur sambil mengecek produk-produk yang dipajang.

Beranjak ke tempat pertemuan selanjutnya, Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini mampir di sebuah tempat produksi rokok yang baru mulai beroperasi. Ia terlihat kagum dengan masyarakat yang telah mulai menggeluti industrialisasi walaupun masih dalam skala kecil.

“Yang disebut Industrialisasi ini, ya sederhana-sederhana saja. Ini di Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dengan mesin sederhana, tambakau diolah jadi Rokok Kretek,” ungkapnya.

Gubernur menyempatkan diri menonton final main jaran, atau pacuan kuda khas pulau Sumbawa. Dari arena pacuan kuda, rombongan menuju kantor camat Buer bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama Kecamatan Buer. Di sini gubernur menyerahkan bantuan kepada beberapa masjid. Selain itu juga bantuan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selanjutnya rombongan Gubernur menuju Desa Marente Kecamatan Alas. Untuk diketahui, Desa Marente adalah desa orang tua Gubernur. Rombongan diajak berkeliling berjalan kaki mengelilingi Desa Marente. Gubernur menyerap langsung aspirasi masyakarat Desa Marente. Gubernur juga menyempatkan diri mampir salat di rumah pamannya, H. Imbang DI, saudara ayahnya.

Dari Desa Marente, Gubernur sudah ditunggu masyarakat dan pengurus masjid Jamiq Al-Ikhsan Kecamatan Alas. Gubernur meletakkan batu pertama pembangunan menara masjid. Masjid ini direnovasi total. Gubernur juga memberikan bantuan renovasi masjid.

“Semoga pembangunan berjalan lancar. Sehingga masyarakat Kecamatan Alas segera bisa menggunakan masjid ini,” katanya.

Dea Imam masjid, DA Kadir mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan gubernur. Demikian juga mantan Wagub NTB, H. Bonyo Thamrin Rayes. “Kita bangga dengan putra Sumbawa yang kini menjadi Gubernur. Untuk itu kita harus mengikuti anjuran dan petuahnya,” kata Bonyo.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan menuju Desa Juranalas. Tampak gubernur disambut meriah dengan berbagai kesenian daerah. Mulai dari ratib dan tari-tarian. Di sini, Gubernur bersilaturahmi dengan sejumlah Kepala Desa Kecamatan Alas. Tampak hadir juga mantan Wakil Gubernur NTB, H. Bonyo Thamrin Rayes.

Dalam kesempatan ini, Gubernur juga memberikan sejumlah bantuan kepada beberapa masjid. Juga bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Juranalas, Hasanuddin mengucapkan terimakasih atas kunjungan gubernur dan rombongan. Sambil silaturrahmi, Kades se-kecamatan Alas menggelar acara “Melala” yakni pembuatan minyak Sumbawa. Kegiatan berlangsung hingga Minggu malam. (Humas NTB)

GUBERNUR KUNJUNGI SEJUMLAH DESA DI SUMBAWA, SERAHKAN BANTUAN DAN DORONG UKM TERUS BERKREASI

Sumbawa– Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Buer dan Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Minggu, 13 September. Di Kecamatan Buer, Gubernur menyempatkan diri menonton final main jaran, atau pacuan kuda khas Sumbawa.

Dari arena pacuan kuda, rombongan bertolak menuju Kantor Camat Buer untuk bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama Kecamatan Buer. Di sini Gubernur menyerahkan bantuan kepada beberapa masjid. Selain itu juga bantuan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan.

Gubernur juga melihat-lihat hasil produk UKM/IKM sejumlah desa di kecamatan Buer. Tak lupa dalam kesempatan tersebut Gubernur juga membeli beberapa produk yang dihasilkan pelaku UKM di daerah ini. “Saya kagum melihat IKM yang membuat rokok. Ternyata kita bisa. Meskipun dengan alat yang sangat sederhana. Teruslah berkreasi dan tingkatkan kualitas” kata Bang Zul, panggilan akrab Gubernur.

Selanjutnya rombongan Gubernur menuju Desa Marente, Kecamatan Alas. Untuk diketahui, Desa Marente adalah desa orang tua Gubernur Zul. Rombongan diajak berkeliling berjalan kaki mengelilingi Desa Marente. Gubernur menyerap langsung aspirasi masyakarat Desa Marente.

Dari Desa Marente, Gubernur sudah ditunggu masyarakat dan pengurus masjid Jamiq Al-Ikhsan Kecamatan Alas. Gubernur meletakkan batu pertama pembangunan menara masjid. Masjid ini direnovasi total. Bang Zul juga memberikan bantuan untuk renovasi masjid ini. “Semoga pembangunan berjalan lancar. Sehingga masyarakat Kecamatan Alas segera bisa menggunakan masjid ini,” katanya.

Dea Imam Masjid, DA Kadir mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Gubernur. Demikian juga mantan Wagub HB Thamrin Rayes. “Kita bangga dengan putra Sumbawa yang kini menjadi Gubernur. Untuk itu kita harus mengikuti anjuran dan petuahnya,” kata Bonyo.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan menuju Desa Juranalas. Tampak Gubernur disambut meriah dengan berbagai kesenian daerah, mulai dari ratib dan tari-tarian. Di sini Gubernur bersilaturrahmi dengan sejumlah Kepala Desa Kecamatan Alas.

Dalam kesempatan ini Gubernur juga memberikan sejumlah bantuan kepada beberapa masjid juga bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Juranalas Hasanuddin mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kunjungan Gubernur dan rombongan. Sambil silaturrahmi, Kades sekecamatan Alas menggelar acara “Melala” yakni pembuatan minyak Sumbawa. Kegiatan berlangsung hingga Minggu malam. (Humas NTB)

KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM DAN DEKRANASDA BERI PELATIHAN UNTUK PELAKU UKM SEKTOR PARIWISATA

Lombok Tengah – Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) bersinergi dalam memulihkan ekonomi pada tatanan kehidupan baru untuk para pelaku Koperasi dan UKM, khususnya di sektor pariwisata.

Provinsi NTB dipilih sebagai salah satu provinsi dari beberapa provinsi yang mendapatkan fasilitas pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pelatihan dipusatkan di dua kabupaten yaitu, Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi Kawasan Mandalika dan Lombok Barat sebagai kawasan destinasi penyangga bagi destinasi super prioritas.

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menerangkan bahwa selain sebagai upaya peningkatan ilmu pelaku UKM di NTB, kegiatan ini juga dapat menjadi salah satu jalan memberikan pemulihan trauma dan penyemangat bagi masyarakat NTB terhadap anjloknya perekonomian akibat Pandemi Covid-19.

“Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap saudara-saudara pelaku UKM di Lombok Tengah Khususnya, dimana nantinya Lombok Tengah akan menjadi tuan rumah perhelatan even internasional MotoGP dengan demikian dapat meningkatkan potensi yang ada di kawasan NTB,” ungkap Hj. Niken saat memberi sambutan pada giat yang bertajuk KUKM eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi dan new normal Covid-19.

Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat NTB khususnya para pegiat usaha. “Mudah-mudahan bapak ibu semua yang mendapatkan pelatihan bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” ujar Bunda Niken.

Pada giat yang terselenggara di hotel Illira, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Senin, 7 September 2020, Hj. Niken mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dekranasda Pusat atas upaya mengintegrasikan kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu terjadinya sinergitas kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranasda Pusat dan Dekranasda Provinsi NTB. saya sampaikan selamat melakukan kegiatan pelatihan semoga bermanfaat dan bisa memberi semangat juga dan memberi peningkatan pada kualitas kita semua ,” tutup Hj. Niken

Sementara itu, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Suzana Teten Masduki membuka langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa keadaan saat ini, memberikan dampak yang luar biasa untuk pelaku pengusaha kecil dan pengrajin. Sehingga tidak mudah untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Kita juga perlu mengaspresiasi usaha pemerintah dalam memberikan peluang pelaku usaha untuk meningkatkan kreativitas yang tinggi dan juga bagaimana cara bergerak dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suzana menerangkan bahwa pemerintah menggelontorkan sejumlah bantuan khusus untuk Koperasi dan UKM. “Mungkin mohon bantuannya Kepala Dinas Koperasi UKM di sini bisa membantu untuk mengoptimalkan informasi ini kepada pelaku usaha dan Peran UKM,” tutur Suzana.

Suzana menilai bahwa kerajinan di NTB menjanjikan dan dapat menjadi suatu kerajinan dengan standar dan kualitas cepat dan mencapai target untuk masuk dalam pasar, sehingga dapat menjadi suatu kekuatan ekonomi masyarakat.

“Untuk pelaku usaha, semoga bisa mencapai target dan sukses menjadi usaha menengah kecil yang berkualitas dengan produk barangnya bisa memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.

Usai kegiatan, Hj. Niken bersama Bu Suzana dan rombongan mengunjungi gelar produk yaitu Tenun, Ketak, Tas berbahan tenun, dan perhiasan/aksesoris, mengunjungi Pelatihan Vokasi Teknik Pewarnaan Alam Tenun, dan terakhir mengunjungi di Koperasi Produksi Syariah Muara Kreatif Lombok. (Humas NTB)

PELAKU UKM DI NTB DIMINTA MANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI

Lombok Tengah – Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM mengajak semua peserta untuk memanfaatkan informasi dan pelatihan serta pendampingan yang diselenggarakan oleh Kementerian dan dinas terkait.

Hal itu disampaikan Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Pakoso Budi Prasetyo, SE, MM dalam sambutan pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM UKM, pada Senin, 7 September 2020 di Hotel D-max Lombok Tengah, dengan mengusung tema “UKM Eksis Mampu Beradaptasi pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19″.

Kegiatan ini juga terdiri dari dua bentuk pelatihan. Pertama adalah kegiatan Pemasyarakatan Kewirausahaan yang bemaksud untuk mengenalkan wirausaha kepada para pelaku UKM dan masyarakat umum. Kedua adalah Pelatihan Vocational Berbasis Potensi Lokal. Menurutnya, generasi sekarang harus bisa memanfaatkan seoptimal mungkin sumber-sumber informasi untuk belajar berwirausaha.

Namun, kata Budi jika hanya mengandalkan pelatihan-pelatihan saja dirasa kurang optimal. Perlu juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemenkop dan UKM.

“Namun jika hanya mengandalkan pelatihan-pelatihan tanpa dilakukan pendampingan dirasa hasilnya kurang optimal. Maka dari itu disediakan pendamping-pendamping oleh pemerintah untuk mendampingi pasca pelatihan,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menyebutkan generasi muda yang sekarang adalah generasi yang beruntung karena banyaknya layanan-layanan dan akses untuk menjadi wirausaha. Dimaksudkan untuk lebih mengenalkan dan membentuk wirausaha baru dalam memperkuat wirausaha yang sudah ada.

Kemudian, ia menuturkan bahwa dengan menjadi seorang wirausaha maka bisa semakin berperan lebih banyak. “Dengan menjadi seorang wirausaha kita bisa berperan lebih banyak. Bisa menolong, menciptakan lapangan pekerjaan dan juga pendapatan yang penghasilannya bisa jauh lebih besar,” tuturnya.

Budi menyampaikan bahwa salah satu program prioritas Presiden, Joko Widodo, adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia. “Kata kunci SDM tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan menjadi negara maju dan ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yaitu membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur,” katanya.

Lebih lanjut, Budi berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbanyak pelatihan SDM KUKM terutama untuk kewirausahaan/vocational khususnya kepada daerah wisata super prioritas. Di NTB sendiri wisata super prioritas berada di KEK Mandalika. Itu semua dilakukan untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional saat ini sebesar 3,47% dari jumlah penduduk, tahun 2021 ditargetkan 3,64% dari jumlah penduduk Indonesia.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, UKM harus tetap eksis, terlebih di Mandalika Lombok Tengah sebagai salah satu wisata super prioritas di Indonesia,” tutup Budi.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang juga hadir pada kesempatan tersebut kembali memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

“Covid-19 ini tidak boleh membuat kita berhenti untuk berkarya, kita buktikan, UKM NTB mampu bangkit dan berlari,” ungkap Gubernur yang akrab disapa bang Zul tersebut.

Bang Zul menceritakan, saat covid-19 mulai masuk di NTB. Salah satu yang menjadi perhatikan adalah UKM, karena menurutnya, UKM harus mampu bertahan di masa sulit tersebut. Terbukti, program JPS Gemilang dengan melibatkan ribuan UKM tersebut, mampu membuat perekonomian masyarakat stabil.

“Saat kita luncurkan JPS Gemilang, ribuan UKM kita libatkan, dengan begitu UKM kita tidak Hanya mampu bertahan bahkan banyak UKM yang menambah karyawannya di tengah pandemi covid-19 tersebut,” tutup bang Zul.

Di akhir acara, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM didampingi Gubernur NTB menyerahkan bantun stimulus kepada UKM yang terdampak pandemi Covid-19 tersebut. (Humas NTB)

PERLAHAN NAMUN PASTI, MASYARAKAT MULAI RASAKAN KEHADIRAN INDUSTRIALISASI DI NTB

Lombok Barat – Program industrialisasi yang dimunculkan oleh Pemerintah Provinsi NTB bukanlah isapan jempol belaka. Putra-putri NTB dari waktu ke waktu semakin menunjukkan kapasitasnya dalam menghasilkan produk-produk berkualitas buatan lokal. Di saat bersamaan, masyarakat juga mulai merasakan manfaat dari hadirnya industrialisasi itu sendiri.

Terbukti, hari ini Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin produksi kepada masyarakat. Masyarakat yang hadir begitu antusias pada acara yang berlangsung di STIPark NTB di Banyumulek, Kamis, 27 Agustus 2020.

Masyarakat pun dibuat kagum dengan karya putra-putri NTB yang mampu memproduksi mesin yang dapat mempermudah pekerjaan mereka nantinya. Salah satunya, Lalu Supratman yang mewakili TPS 3R “Lestari” dari Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

“Sangat senang sekali, karena yang kami harapkan dari beberapa tahun kemarin, sekarang ini terealisasi,” ungkap Supratman yang baru saja mendapat bantuan mesin dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB tersebut.

Ia pun berharap kedepannya semakin banyak mesin-mesin yang diciptakan oleh putra-putri NTB. Tentunya, mesin-mesin tersebut juga diharapkan mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Dengan adanya industri permesinan ini, usaha-usaha UMKM dan juga usaha-usaha lainnya akan lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Gubernur NTB (Dr. H. Zulkieflimansyah)

Selain itu, ada pula Reza Apriani yang mewakili BKR “Masa Depan”. Mewakili rekan-rekannya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB yang telah memperhatikan usaha-usaha kecil yang ada di NTB.

“Alhamdulillah dengan pemberian bantuan ini, yakni pemberian mesin pembuat minyak kelapa ini kami sangat berbahagia karena sudah tidak perlu menggunakan tangan dan prosesnya juga sangat lama,” jelasnya.

Apriani juga berharap pemerintah dapat terus konsisten dalam memperhatikan keberlangsungan usaha-usaha kecil yang ada. Dengan hal ini, kedepannya usaha-usaha kecil ini dapat mandiri dan dapat terus produktif.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat. Dengan begitu, masyarakat NTB yang dalam hal ini UKM/IKM dapat segera mencapai kesejahteraan dan kemandirian di dalam melakukan usaha mereka.

“Bukan berarti kita mementingkan industrialisasi terus melupakan pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. Justru sebaliknya, dengan adanya industri permesinan ini Insya Allah kita akan meningkatkan produktifitas disektor yang lain,” jelas Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut. (Humas NTB)

GUBERNUR SERAHKAN BANTUAN MESIN DAN ALAT PRODUKSI BUATAN LOKAL KE MASYARAKAT

Lombok Barat – Geliat industrialisasi di Provinsi NTB semakin menunjukkan perkembangannya. Hal ini dibuktikan dari peningkatan jenis alat dan mesin yang mampu diproduksi oleh putra-putri NTB dari hari ke hari.

Secara langsung, mesin-mesin buatan lokal ini diserahkan kepada masyarakat, bertempat di STIPark NTB di Banyumulek Kabupaten Lombok Barat, Kamis, 27 Agustus 2020. Bahkan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang turut menyerahkan bantuan mesin tersebut begitu optimis akan masa depan industrialisasi di NTB.

Dalam kesempatan ini, Bang Zul sapaan akrabnya, mengajak masyarakat NTB untuk mencontoh strategi yang dilakukan berbagai negara maju dalam sektor industrinya. Menurutnya, keberanian dalam mengambil langkah pertama di dalam menempuh perjalanan yang amat panjang sangatlah penting.

“Salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan kita belajar teknologi lebih cepat. Disangkanya belajar industri itu sederhana, rupanya tidak gampang kalau tidak ada keberanian untuk mengawali dengan langkah pertama,” ucap Bang Zul.

Hadirnya permesinan juga dinilai sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun tak dipungkiri, akan terdapat banyak kekurangan dalam produksi mesin itu sendiri. Namun, hal ini justru akan menjadi awal dari perbaikan-perbaikan dalam proses penyempurnaan di masa-masa yang akan datang.

“Tidak ada teori industrialisasi yang tidak dimulai dari industri permesinan. Jadi industrialisasi itu harus dimulai dari permesinan dan Alhamdulillah di NTB kita mulai lakukan,” terang Bang Zul.

Selain itu, kehadiran pemerintah berperan penting dalam menyediakan pasar bagi industri permesinan tersebut. Ia begitu yakin, putra-putri Indonesia, khususnya NTB apabila diberikan kesempatan maka akan menunjukkan kemampuannya yang luar biasa.

“IKM/UKM NTB itu luar biasa, jangankan mesin-mesin perontok bulu ayam yang simple, mesin motor listrik, mobil listrik pun dan yang lain-lain, Insya Allah akan bisa kita hasilkan di NTB,” imbuhnya.

Hadirnya industri permesinan juga tak sontak membuat sektor pertanian, peternakan dan yang lainnya menjadi terlupakan. Justru dengan adanya mesin, produktifitas yang semulanya sedikit karena dilakukan manual akan menjadi lebih banyak dengan bantuan mesin.

“Bukan berarti kita mementingkan industrialisasi terus melupakan pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. Justru sebaliknya, dengan adanya industri permesinan ini Insya Allah kita akan meningkatkan produktifitas disektor yang lain,” jelas Bang Zul.

Ia kemudian mengajak masyarakat agar turut mendukung dan menggaungkan industrialisasi di NTB. “Industrialisasi bukan proses yang gampang, ini butuh waktu dan hanya dengan kesabaran ini niscaya akan hadir di masa yang akan datang,” harapnya. (Humas NTB)