Bang Zul Beri Kuliah Umum Industrialisasi di Fakultas Ekonomi Bisnis Unram

Bang Zul Beri Kuliah Umum Industrialisasi di Fakultas Ekonomi Bisnis Unram

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram), Senin 24 Oktober 2022.

Kuliah umum yang dihadiri seluruh Kepala Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTB dan Civitas Akademika dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram tersebut, murapakan rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-59 dan Temu Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram.

Science dan Teknologi serta Industrialisasi menjadi materi kuliah umum yang disampaikan Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul. Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyampaikan bahwa Industrialisasi merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan di negara berkembang kalua kita menginginkan kemakmuran.

Untuk itu, Bang Zul meminta dunia kampus harus lebih bersahabat dengan UMKM kita di NTB. Kampus harus lebih aktif dalam memberikan bantuan untuk pengembangan dan kemajuan industrialisasi di NTB. Unram juga diminta untuk membagun relasi dengan BRIDA dan Pelaku UMKM di NTB sebagai upaya untuk terus meningkatkan kwalitas mutu dari hasil industrialisasi di daerah.

“Industrialisasi merupakan keniscayaan, untuk mencapai kemakmuran,” ujar Bang Zul.

Selain itu, penggunaan produk lokal menjadi salah satu yang ditekankan Bang Zul. NTB harus berani untuk memulai menggunakan hasil karya sendiri, baik dari mesin dan berbagai makanan hasil dari produksi UMKM kita di NTB.

Pemerintah harus mulai memasukkan produk-produk lokal di E-Katalog, dan harus menjadi prioritas dalam penggunaannya. Pemerintah harus lebih berpihak kepada perusahaan lokal yang ada, dan harus menjadikan skala prioritas dalam mengerjakan proyek-proyek di daerah.

“Kalau kita sama-sama bergerak untuk menggunakan produk lokal, maka secara otomatis kita akan sejahtera tanpa banyak-banyak teori,” tegasnya.

Dalam setiap kesempatan Bang Zul selalu menyampaikan, bahwa industrialisasi tidak selalu identik dengan pabrik-pabrik besar. Namun industri bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana, dan punya keberanian menghadirkan nilai tambah yang lebih besar.

“Maju tidaknya satu daerah, tergantung seberapa jauhnya dia menguasai teknologi, dan Alhamdulillah NTB kita sudah memulainya dengan BRIDA,” tutupnya.(san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *