DILANTIK JADI KABAG BANTUAN HUKUM, LALU RUDY GUNAWAN DIMINTA ATENSI MASALAH KEHUTANAN

Mataram- Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB kembali digelar. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si kali ini secara resmi melantik Lalu Rudy Gunawan, SH sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi NTB. Kegiatan pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin, 26 Oktober 2020.

Agenda pengambilan sumpah/janji ini turut disaksikan oleh Perwakilan Kejaksaan Tinggi Provinsi NTB, Asisten I dan III Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Kepala BKD Provinsi NTB, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H.Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan bagian Bantuan Hukum dan HAM adalah bagian strategis. Sehingga Pemprov NTB kata Sekda membutuhkan sosok ASN yang memiliki kapasitas dan kompetensi bantuan hukum ini dengan sebaik-baiknya.

“Jabatan yang diterima merupakan sebuah amanat yang harus dikerjakan dengan keyakinan dan kesungguhan. Semoga Rudy Gunawan dapat memperkuat Hukum di Pemerintah Provinsi NTB dan membawa energi baru,” ujar Lalu Gita.

Untuk itu, Sekda menekankan bahwa proses mutasi tersebut adalah proses alamiah kebutuhan organisasi. Ia juga meminta untuk mengawal tugas berat dalam rangka melindungi hutan dan masalah lainnya yang ada di tengah masyarakat.

“Selamat memasuki dan memenuhi tugas di tempat yang baru. Proses asimilasinya saya percayakan kepada Kepala Biro Hukum dan Asisten I untuk memberikan pencerahan-pencerahan agar saudara Rudy dapat melaksanakan tugas dengan efektif dengan waktu yang singkat,” tutupnya.(Humas NTB)

TP. PKK NTB SAMBUT BAIK “SAVE THE CHILDREN” BANTU PENANGANAN COVID-19 DI NTB

Mataram – Ancaman Covid-19 masih dirasakan hampir di seluruh belahan dunia, khususnya Indonesia. Bahkan, sejumlah daerah terus mengalami penambahan kasus baru setiap harinya. Untuk itu, seluruh organisasi pemerintah dan non pemerintah hingga masyarakat diwajibkan kompak dalam menekan kasus Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Save The Children yang merupakan organisasi global dan bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Organisasi ini juga berfokus untuk membangun dan memberdayakan komunitas, dimana ada anak-anak yang membutuhkannya.

Dalam upaya menekan laju Covid-19, Save The Children bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB menyerahkan bantuan yang diterima langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bertempat di Kantor PKK Provinsi NTB, Senin, 26 Oktober 2020.

Secara simbolis, bantuan yang diberikan antara lain berupa masker, media banner, leaflet dan poster terkait imbaun dan informasi seputar Covid-19. Bantuan tersebut merupakan wujud kerjasama Save The Children dengan pemerintah mencegah dan mengatasi dampak virus Corona.

Ketua TP PKK NTB dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Save The Children atas niat baik dan kontribusi dalam melawan pandemi yang sudah berbulan-bulan mendera nyaris seluruh tempat di dunia. Ia pun mendukung penuh gerakan Save The Children yang saat ini tengah fokus beroperasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Kabupaten Lombok Utara.

“Kami dari PKK sangat mengapresiasi bantuan Save The Children, mari kita terus bersinergi menangani Covid-19,” ujarnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya, kemudian mengajak Save The Children yang berfokus pada pelatihan dan edukasi terhadap anak-anak untuk terus menjalin kerjasama dengan PKK. Terlebih, PKK memiliki Kelompok Kerja (Pokja) yang fokus utamanya adalah anak-anak.

“Kita di Pokja I, ada program Pola Asuh Anak-anak Dengan Kasih Sayang, semoga ini kedepannya bisa kita sinergikan,” ajak Bunda Niken.

Ia menyadari, pola asuh anak yang baik akan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak itu sendiri. Dengan edukasi pola asuh yang baik, diharapkan anak-anak NTB kelak akan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Bunda Niken pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu, John Bria selaku Project Officer Save the Children NTB mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus di Kabupaten Lombok Utara, khususnya dalam bidang pendidikan. Ia juga berharap momen ini merupakan langkah awal untuk menjalin sinergi yang lebih baik lagi dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami berharap semoga diskusi-diskusi seperti ini dapat terus terjalin, khususnya dengan ibu Ketua PKK sehingga kami bisa turut membantu Pemprov NTB,” ucap John.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin. Terdata, bantuan yang diberikan Save The Children pada hari ini yakni 1.400 masker anak, 225 lembar poster, 225 lembar leaflet dan 2 lembar spanduk besar. (Humas NTB)

MAWAR EMAS “TUMBUH” DI PULAU SUMBAWA

Sumbawa – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meluncurkan program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) di Kabupten Sumbawa Barat. Keberadaan Mawar Emas tersebut diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat, terutama UKM dan pedagang kecil di provinsi NTB.

Mawar emas sendiri merupakan salah satu program Pemprov NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman serta lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga yang sangat tinggi. Akibat bunga yang tinggi tersebut, beban masyarakat semakin bertambah dan kemiskinan sulit diputus.

“Mawar emas ini hadir untuk membantu serta mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir,” ungkap Gubernur yang juga diwaktu yang sama melantik Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syari’ah Kabupaten Sumbawa Barat bertempat di Masjid Agung Darussalam, KSB. Ahad, 25 Oktober 2020.

Melalui Mawar Emas, lanjut Gubernur, masyarakat bisa meminjam uang serta modal usaha ke masjid. Dengan begitu, fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun mampu difungsikan sebagai pusat pengembangan sosial ekonomi masyarakat.

“Setiap desa pasti memiliki masjid, jika semuanya kita fungsikan sebagai pengembangan ekonomi, saya optimis, kemiskinan bisa kita atasi bersama,” tambah Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul bercerita, program Mawar Emas tersebut lahir atas dasar rasa perihatinnya kepada masyarakat yang banyak dijerat oleh rentenir, dalam mendapatkan modal usaha serta keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Jangan sampai, niat mulia masyarakat untuk membuat usaha, malah menjadi beban karena minjam kepada rentenir,” tutup Bang Zul. (Humas NTB)

AISYAH, ANAK YATIM PIATU PENGIDAP TUMOR DIJENGUK GUBERNUR

Taliwang – Nasib malang menimpa Aisyah. Sejak dua tahun lalu, ia mengidap penyakit tumor. Bocah berusia 5 tahun tersebut sudah empat hari terbaring lemas di RSUD Asy-Syifa, Taliwang, KSB.

Aisyah seorang yatim piatu. Kedua orang tuanya telah wafat sejak ia berusia satu tahun. Sehari-hari, Aisyah tinggal dan dijaga oleh neneknya.

Uluran tangan, serta do’a dari masyarakat terus mengalir kepada Aisyah. Salah satunya dari Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah. Di tengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan, Gubernur datang mendo’akan serta memberikan bantuan kepada Aisyah.

“Kita do’akan adik kita Aisyah cepat diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ungkap Gubernur saat menjenguk Aisyah pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Secara khusus, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut meminta kepada seluruh pihak untuk membantu segala keperluan Aisyah. Dengan harapan, Aisyah bisa secepatnya sembuh dan bisa kembali belajar dan bermain layaknya anak-anak pada umumnya.

“Mari kita bantu bersama, InsyaAllah adik kita Aisyah cepat sembuh dan bisa bermain kembali,” harap bang Zul.

Sementara itu, Nenek Aisyah yang sejak lama merawatnya merasa bersyukur dengan kedatangan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut. Menurutnya, kedatangan Gubernur menjadi bukti kehadiran pemerintah kepada masyarakat, terutama kepada cucunya yang sudah lama terserang penyakit.

“Ya bersyukur, kami diperhatikan,” ungkap Nenek Aisyah yang saat ini berusia 73 tahun.

Nenek Aisyah berharap, cucunya diberikan pelayanan yang terbaik serta mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang juga membantu cucunya tersebut. “Alhamdulilah banyak yang bantu, syukur sekali rasanya,” ungkapnya penuh haru. (Humas NTB)

GUBERNUR SEBAR PESAN KETEDUHAN DI POTO TANO

Sumbawa – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah hingga saat ini tetap aktif menyapa masyarakat. Itu semua dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan, menciptakan keteduhan, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara berbagai elemen masyarakat.

Karena menurut Gubernur, modal pembangunan bukan melulu soal dana, yang jauh lebih penting adalah modal sosial, yaitu bagaimana persatuan, rasa saling percaya, dan gotong royong semua elemen dikoordinasikan untuk mengakselerasi program pembangunan.

“Silaturrahim harus tetap kita jaga, semua pihak harus dirangkul, digalang persatuan, ciptakan keteduhan, dalam mewujudkan NTB Gemilang,” ungkap Gubernur saat melakukan silaturrahim bersama masyarakat Poto Tano pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Bang Zul melanjutkan, pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak ke arah yang sama, bersatu padu, bahu-membahu dalam mewujudkan visi daerah. Dengan begitu, segala program pemerintah serta aspirasi masyarakat mampu dijalankan dengan baik.

“Saat ini kita sedang menghadapi tantangan kebinekaan dan ancaman perpecahan. Memperkuat silaturrahim menjadi solusi untuk menjaga kekompakan, kedamaian dan keakraban di tengah kebinekaan,” tambah Bang Zul.

Salah seorang masyarakat Poto Tano, Badaruddin, mengaku senang dan bisa jumpa kembali dengan Gubernur NTB. Ia mengaku, tradisi silaturrahim yang dilakukan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut membuatnya kagum serta menjadi ruang kesempatan untuk menyampaikan seluruh aspirasi.

“Tidak hanya silaturrahim, kita bisa berdialog sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat,” ungkap pria berusia 42 tahun tersebut.

Kepada Gubernur, ia berharap silaturrahim yang telah dilakukan tersebut konsisten dilakukan di seluruh kalangan masyarakat. Badar meminta, dalam kondisi apapun, silaturrahim harus tetap dilakukan secara merata.

“Pak Gubernur mengajarkan kami tentang makna hidup, dari beliau saya belajar banyak, terutama dalam menjaga persaudaraan,” tambah pria tiga anak tersebut. (Humas NTB)

FORKOPIMDA NTB SATU SUARA : LAJU KERUSAKAN HUTAN HARUS DIHENTIKAN

Mataram – Forkopimda NTB menggelar rapat koordinasi terkait dengan perkembangan, perlindungan dan pengamanan hutan serta kondisi hutan di Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram, Sabtu malam 24 Oktober 2020. Dari rapat tersebut, Forkopimda NTB kompak menyuarakan komitmen untuk menghentikan laju kerusakan hutan di NTB.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., menyampaikan, bahwa permasalahan pembalakan liar yang terjadi semakin masif sehingga dibutuhkan sinergi semua stakeholder untuk menghilangkan pembalakan hutan di NTB karena sudah banyak hutan yang hilang dan sumber air menjadi berkurang.

“Kami juga melihat banyak dari masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan dan ini sangat disayangkan, ketika kami menggunakan heli melihat hutan yang banyak dibakar,” ungkap Bang Zul.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF. M.Si, mengatakan bahwa kondisi hutan di NTB adalah 53% dari luas NTB karena sudah banyak kawasan hutan yang rusak akibat pembalakan dan kebakaran hutan yang mencapai 360.000 hektar sampai Oktober 2020.

“Kerusakan hutan terdiri dari illegal logging, peladangan hutan, penggarapan hutan adat, pembuatan pemukiman dan lain-lain,” paparnya.

Sedangkan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyampaikan, perlu dilaksanakan apel gelar Muspida tentang saling menjaga hutan serta perlunya dilakukan pemetaan terhadap kawasan hutan yang digelar dengan peta topografi tentang kawasan yang boleh dan tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung, serta penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

“Kita proses oknum-oknum yang ikut serta dalam pembalakan liar dan kita juga harus mempedomani peta-peta yang boleh ditanam jagung dan mana yang tidak boleh ditanam jagung,” pungkas Danrem.

Demikian juga dengan Wakapolda NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza, Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto dan peserta rapat lainnya menyampaikan, perlu segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah kerusakan hutan yang berkelanjutan di NTB, serta membentuk Tim terpadu yang terkoordinasi melibatkan seluruh stakeholder agar dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan baik dan lancar.

Dari pembahasan dalam rapat tersebut diperoleh beberapa kesimpulan penting yang disampaikan oleh Gubernur NTB. Pertama, melarang kayu keluar dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok untuk pengiriman kayu terutama illegal logging. Kedua, menugaskan Dinas LHK untuk membuat peta wilayah mana yang boleh dan tidak boleh ditanami jagung untuk menghindari penjarahan hutan yang berkelanjutan. Ketiga, Tim Gugus Tugas Kehutanan dan Illegal Logging diperkuat dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda dan lainnya. Keempat, segera meminta masukan yang sistemik dan komprehensif dari para ahli dan aktivis lingkungan agar NTB dihijaukan kembali sehingga hutan kembali asri dan lestari.

Hadir juga mengikuti rapat tersebut Dir Intel Polda NTB Kombes Pol Drs. Rahayu Irianto, Danlanud ZAM Kolonel Pnb Andry Gandhi, Sekda NTB Drs. Lalu Gita Aryadi, M.Si., Kasiintel Kasrem 162/WB Kolonel Inf Setiya Asmara, S.IP, Kasi Gakkum Dinas LHK Hastan Wirya, SH. (Humas NTB)