SERIUS SEJAK KASUS PERTAMA, GUBERNUR PUJI BUPATI LOTIM TANGANI COVID-19

Gubernur NTB (Dr. H. Zulkieflimansyah)

Lotim- Sebagai bagian dari “Roadshow” atau silaturrahim di awal bulan Syawal ini, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Forkopimda mendatangi seluruh Bupati/Walikota di Pulau Lombok pada Kamis (28/05/2020) hari ini. Pertemuan ini juga untuk menyamakan persepsi dalam menangani pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi NTB.

Setelah mengunjungi Pemkot Mataram, Pemda Lobar dan Pemda Loteng, Gubernur mengunjungi Kabupaten Lombok Timur. Gubernur diterima oleh Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmi. Bertempat di Pendopo Bupati, Gubernur mengatakan bahwa, jumlah anak yang terpapar Covid-19 di NTB sangat tinggi, bahkan posisi pasien anak di NTB nomor dua di Indonesia setelah Jawa Timur.

Menurut Gubernur, pandemi ini harus dituntaskan secara bersama-sama, terlebih saat ini kasus transmisi lokal Covid-19 di NTB capai 56 Persen. “Jangan sampai, masa kecil anak-anak kita di habisakan di rumah sakit karena terpapar Covid-19,” ungkap Gubernur

Selain anak-anak, lanjut Gubernur, tenaga kesehatan juga sudah mulai banyak terpapar Covid-19. Sulit membayangkan garda terdepan di daerah ini banyak yang positif, di sisi lain juga alat kesehatan masih terbatas.

“Kita akan memperketat lagi tindakan di lapangan dalam menanggulangi penularan Covid-19. Kita harus bersemangat seperti awal, semoga kedatangan kami ini, menjadi suntikan semangat untuk kita semua dalam menghadapi pandemi Covid-19 di daerah kita ini,” tutur Bang Zul

Ia melanjutkan, kasus pertama positif Covid-19 di NTB itu terjadi di kabupaten Lombok Timur. Sejak saat itu, ia melihat Bupati Lombok Timur sangat tegas dalam menangani Covid-19. “Mulai dari rapid test di pasar, masjid, hingga menyasar ASN, oleh karena itu, kami mengapresiasi kerja keras Bupati Lotim bersama seluruh jajarannya,” puji Gubernur.

“Kami apresiasi kerja keras Bupati Lotim, kami yakin, dengan kerja bersama, Lombok Timur dan seluruh daerah lainnya di NTB menang dalam keadaan sehat melawan Covid-19,” lanjutnya. (Humas NTB)

JENGUK ANAK PENDERITA HYDROCEPHALUS, INI YANG DILAKUKAN KETUA TP. PKK NTB

Mataram – Pandemi Covid-19 mengharuskan semua pihak untuk saling mendukung dan saling membantu. Terlebih kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan. Itulah yang ditunjukkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc, saat berkunjung ke rumah dua anak yang menderita hydrocephalus, di Lingkungan Karang Pule dan Jempong Baru Kota Mataram Kamis (28/05/2020) pagi.

Hj. Niken yang hadir didampingi Kepala DP3AP2KB NTB, Hj. Putu Selly Handayani, Ketua LPA Provinsi NTB, H. Sahan, dan Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi mendatangi dua anak ini untuk memberikan perhatian dan semangat.

Tidak hanya semangat, Hj. Niken yang juga Bunda PAUD itu memberikan paket bantuan kepada mereka. Paket bantuan yang diserahkan dalam kunjungan itu berupa buah-buahan, susu, diapers, kue-kue kering dan sejumlah paket makanan lainnya.

Selain menyerahkan bantuan, Hj. Niken juga menyerap aspirasi masyarakat di lingkungan tersebut. Ia dengan penuh perhatian mendengar dan mencatat sejumlah usulan dari warga setempat

“Permintaan warga yang di Karang Pule, minta dibuatkan pintu yang mengarah ke jalan agar memudahkan akses keluar masuk rumah,” katanya di sela-sela kunjungan tersebut.

Sebagai mitra kerja pemerintah, Ia akan menyampaikan usulan tersebut kepada Pemerintah Provinsi NTB. Dengan harapan dapat di tindak lanjuti.

Tidak lupa, Hj. Niken juga mensosialisasikan penggunaan masker untuk memutus mata rantai Covid-19 di NTB, terlebih kepada anak-anak. Selain sebagai dukungan terhadap program pemerintah, gerakan maskerisasi merupakan salah satu bentuk perhatian TP. PKK untuk melindungi anak-anak dari penyebaran Covid-19.

“Melihat kondisi kasus Covid-19 yang terus melonjak, khususnya kasus anak-anak, semua pihak, seperti TP PKK Prov. NTB, LPA NTB dan DP3AP2KB berinisiatif melakukan gerakan maskerisasi anak-anak NTB dengan mengajak serta organisasi-organisasi lainnya yang ada di NTB,” ungkap Hj. Niken.

Gerakan maskerisasi ini dilakukan dengan membagikan masker secara gratis ke anak-anak di seluruh NTB dengan cara mengirim masker-masker anak ke 10 kabupaten/kota melalui ketua-ketua TP PKK kabupaten/kota dan ketua-katua LPA kabupaten/kota. (Humas NTB)

BANGUN SINERGI, PEMPROV DAN PEMDA KABUPATEN/KOTA BERGANDENGAN TANGAN PERANGI CORONA

MATARAM – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Kapolda NTB, Kajati NTB, Danrem 162/WB dan sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB melakukan Roadshow ke seluruh Kabupaten/Kota se-NTB. Kegiatan ini dalam rangka membangun sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota agar selalu bergandengan tangan dalam memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19) di NTB.

Mengawali roadshow, Kamis (28/5/2020), mulai dari Pemerintah Kota Mataram, dilanjutkan ke Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur.

Gubernur menjelaskan tujuan dari roadshow tesebut dalam rangka menjalin silaturrahmi karena masih dalam suasana Idul Fitri, 1 Syawal 1441. Selain itu juga untuk membangun kembali semangat Pemerintah Kabupaten Kota di NTB dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten kota di NTB.

Menurutnya, membangun semangat pemerintah Kabupaten/kota ini sangat penting. Hal ini untuk menyongsong kebijakan Pemerintah Pusat dalam menjalankan kehidupan baru (new normal) dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, kunjungan kerja ini juga untuk membangun kerjasama Pemprov dan Pemkab/Kota dalam melakukan antrisipasi munculnya klaster baru akibat dari adanya transmisi lokal. Banyaknya tenaga kesehatan di NTB yang terpapar Virus Corona juga menjadi perhatian khusus Gubernur NTB.

Ia mengatakan, bahkan saat ini juga di NTB banyak anak-anak yang terpapar virus corona. Hal ini menyebabkan NTB menjadi daerah nomor dua di Indonesi yang paling banyak anak-anak terpapar corona. “Saat ini NTB urutan kedua dalam kasus anak terpapar Corona,” ungkapnya.

Untuk itu Bang Zul menegaskan, sebagai upaya serius memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTB, pemerintah akan memperketat aturan orang masuk NTB, dengan mewajibkan memiliki surat keterangan hasil swab dan surat izin perjalanan.

Ia berharap, roadshow ini akan memberikan semangat baru bagi para bupati/walikota untuk terus menghadirkan inovasi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di kabuten kota masing-masing. Selain itu, Gubernur juga meminta Pemrintah kabupaten/kota untuk turut aktif memeberikan semangat bagi para camat, Kepala Desa hingga tingkat Dusun, agar perangkat-perangkat yang memiliki peran sangat penting ini terus bersemangat dalam memantau penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Jangan sampai kerja masih banyak, namun semangat sudah berkurang,” ujar Gubernur.

Gubernur memberikan apresiasi dan penghargaan atas segala upaya yang dilakukan para Bupati dan Walikota dalam memerangi penyebaran Covid-19 ini. Seperti melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan berbagai organisasi pemuda untuk bersinergi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Wilayah Provinsi NTB.

“Apa yang kita alami saat ini, juga ikut dialami pula oleh seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.

Menanggapi roadshow Gubernur NTB tersebut, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili. FT dan Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi, memberikan apresiasi atas kunjungan kerja itu. Pera Kepala Daerah ini menilai, kedatangan Gubernur ini akan menjadi semangat baru bagi kabupaten Kota di NTB dalam memerangi penyebaran Virus Corona di wilayah mereka.

Bupati/walikota siap bersinergi dan akan menjalankan setiap regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi. Hal ini sebagai wujud nyata bahwa Provinsi dan Kabupaten/Kota selalu bergandengan tangan dalam memerangi penyebaran Virus Corona di NTB.

Untuk itu, mereka menilai kunjungan ini menjadi energi baru dan penyemangat dalam mempersiapkan diri dalam memutus mata rantai Covid-19 di NTB. Hal ini juga sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan baru (new normal).

Pemerintah kabupaten/kota juga masih sangat prihatin dan menyadari, masih sangat kurangnya kesadaran masyarajat dalam mematuhi protokol Covid-19. Untuk itu, pemkab/pemkot melibatkan perangkat daerah mulai dari tingkat dusun untuk melakukan pematauan terhadap penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Bupati/walikota juga menilai, kehadiran Gubernur NTB dan Forkompinda Provinsi NTB, sangat berarti dalam memberikan saran petunjuk, sinergi dan koordinasi terkait langkah dan kebijakan pemerintah daerah.

Kepala daerah meminta agar kebijakan penanganan Covid-19 se-NTB sama. Sehingga kabupaten kota tinggal mengikuti intruksi dari pemerintah provinsi. Hal ini untuk ikhtiar kita bersama memutus mata rantai Corona di Bumi Gora dan persiapan untuk new normal.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dalam presentasinya terkait penanganan Covid-19 di NTB mengatakan masih terjadinya penularan Covid-19 di NTB karena masih kurangnya pemahaman dan kurang kooperatif masyarakat terhadap Protokol kesehatan Covid-19.

Danrem mengingatkan, saat ini kita bukan dalam posisi mencegah lagi, namun dalam kondisi berperang melawan Covid-19. Untuk itu ia memberikan apresiasi atas berbagai regulasi yang dikeluarkan Pemprov dalam upaya perang melawan penularan Covid-19, seperti akan dikeluarkannya Peraturan Gubernur NTB terkait wajib masker.

Ia berharap kepala daerah di NTB untuk tidak mementingkan ego sektoral masing-masing. Namun harus sama-sama mematuhi aturan yang telah dibuat oleh Pemerintah Provinsi.

Terkait dengan tingginya jumlah tenaga medis yang terpapar Covid-19 di NTB, ia meminta petugas kesehatan di NTB untuk meningkatkan kewaspadaan. “Saat ini banyak pasien yang tidak jujur terkait gejala yang sedang dialaminya,” ungkapnya.

Untuk itu, perlu upaya optimal dari masing-masing wilayah untuk menekan klaster lokal atau transmisi lokal. Saat ini ada klaster yang sulit terdeteksi akibat dari adanya transmisi lokal.

Ia menambahkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari luar, Pemprov NTB akan melakukan peningkatan keamanan di pintu masuk NTB, baik melalui bandara dan pelabuhan. Pemerintah akan mewajibkan siapa yang masuk NTB harus memiliki surat keterangan hasil swab yang berlaku maksimal tujuh hari sebelum berangkat. Jika sudah habis masa berlakunya maka yang bersangkutan wajib melakukan swab ulang dan biaya ditanggung oleh yang bersangkutan. Selain itu orang yang datang dari luar NTB juga harus memiliki surat dinas.

Dalam kesempatan itu, Danrem juga meminta Pemerintah Kabupaten/kota untuk selalu membangun sinergi dengan seluruh media. Ia meminta Humas Provinsi dan Kabupaten/kota harus sejalan dalam memberikan informasi kepada media.

Untuk memerangi penyebaran Covid-19 Pemerintah akan menerapkan beberapa kebijakan diantaranya, Pemprov NTB akan mengeluarkan Pergub Wajib Masker, Penerapan jam malam, Pembatasan untuk berkumpul lebih dari 10 orang, Memberlakukan patroli rutin, baik siang malam dari semua stakeholder, memberikan peran kepada tokoh agama dan tokoh masayarakat dalam memberikan tausyiah terkait Covid-19.

Selain itu, pemerintah akan mengeluarkan rekomendasi agar pasar-pasar di NTB menerapkan Protokol kesehatan Covid-19 dengan membangun posko terpadu di setiap pasar yang diberikan izin operasional. Membatasi jam operasional pasar dari pukul 9 pagi hingga pukul 12 siang. Pasar harus memiliki pasilitas pendukung seperti Thermogun, box sterilisasi uang dan pengeras suara.

Pasar harus menerapkan penjualan barang sistem blok, agar mudah di kontrol. Petugas posko harus selalu memberikan himbauan untuk penerpan protokol Covid-19, seperti wajib pakai masker.

“Kita juga akan membangun posko pelayanan kesehatan di setiap pasar, sehingga bagi yang punya keluhan akan langsung dilakukan cek up di ruang kesehatan,” tutup Danrem. (Humas NTB)

DI LOTENG, GUBERNUR MINTA PROGRAM MASKERISASI TERUS DIGALAKKAN

Loteng – Setelah melakukan kunjungan ke Pemkot Mataram dan Pemda Lombok Barat (Lobar) Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah bersama Forkopimda melanjutkan kunjungan ke Pemda Lombok Tengah (Loteng) Kamis, (28/05/2020).

Di sana Gubernur memompa semangat jajaran birokrasi agar terus semangat melakukan upaya penanganan Covid-19. Masyarakat juga diharapkan tidak lengah, karena kasus positif baru masih terus ditemukan oleh Gugus Tugas Covid-19 di lapangan.

“Kita harus bersinergi, bergandeng tangan dan bergotong royong dalam memerangi Covid-19 ini,” terang Gubernur dihadapan Bupati Loteng H.M Suhaili FT bersama jajaran pemda Loteng.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mendorong agar program maskerisasi atau penggunaan masker oleh masyarakat terus digalakkan di Loteng. Karena penggunaan masker dapat mengurangi risiko penularan Covid-19 antar masyarakat.

Gubernur juga memberi motivasi ke Pemda Loteng untuk mengaktifkan UMKM di masa pandemi ini, karena keberadaan mereka akan menghidupkan ekonomi yang sedang lesu.

Sementara itu Bupati Loteng H.M Suhaili FT dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya memberi apresiasi atas kunjungan Gubernur dalam rangka ikhtiar memerangi virus corona. Menurutnya, kehadiran Gubernur sangat berarti dalam memberikan peran petunjuk, sinergi dan koordinasi.

Bupati minta agar kebijakan penanganan Covid se-NTB disamakan. Bahkan ia mengusulkan agar provinsi yang mengambil alih pengananan Covid-19 ini. “Sehingga kabupaten/kota tinggal mengikuti intruksi dari pemerintah provinsi,” saran Suhaili.

Suhaili mengaku sangat prihatin dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari Covid-19 ini. Sehingga upaya sosialisasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar mereka sadar dengan risiko tertular virus corona ini terus dilakukan.

“Kami sudah menutup sebagian pasar di Loteng untuk mengurangi dampak penyebaran Covid di NTB khusus di Loteng,” jelas Bupati.

Bupati mengatakan, menyatukan tekad dan komitmen antar semua pihak sangat penting untuk memutus mata rantai penularan virus ini. Hal ini juga penting untuk mempersiapkan diri menuju era kenormalan baru atau new normal.

“Sementara untuk bantuan sudah sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Begitu juga bantuan dari kabupaten sudah didistribusikan,” kata Bupati. (Humas NTB)

BANYAK ANAK TERPAPAR COVID-19, BUTUH KEDISIPLINAN YANG EKSTRA DARI MASYARAKAT

Wakil Gubernur NTB (Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah)

Lombok Utara – Usai melakukan pertemuan dengan Walikota Mataram, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) Kamis (28/5/2020).

“Roadshow” Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ke Pemda Kabupaten/Kota ini memang dilakukan untuk menyatukan komitmen memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah. Karena sinergitas menjadi kunci upaya pencegahan penularan virus ini agar tak menyebar luas.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengatakan, tujuan kedatangannya ke kabupaten/kota se- Pulau Lombok adalah untuk bersilaturrahim dan saling menguatkan satu sama lain. Sebab, musibah ini kemungkinan akan panjang, “Jadi kita semua jangan lemah dan jangan cepat menyerah,” saran Wagub saat betemu dengan Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar di kantor Bupati Kamis (28/5/2020).

Menurut Umi Rohmi, penanganan Covid -19 ini membutuhkan sinergi dan energi dari semua pihak. Utamanya pada suasana Idul Fitri ini dirasa penting, selain bermaaf-maafan juga saling menguatkan satu sama lain. “Mudahan di NTB energinya tidak berkurang untuk mengatasi Covid ini,” ungkapnya.

NTB kini siap menghadapi gelombang kedua, yang juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal ini semakin mengkhawatirkan, karena para tenaga kesehatan di NTB sudah banyak yang terinfeksi Covid-19.

Gelombang kedua bisa jadi lebih berat daripada saat pertama kali kasus Covid di NTB ditemukan, karena saat awal kasus ini masuk, kekuatan dan energi yang dimiliki oleh pemerintah masih penuh. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan semangat berlipat-lipat lagi sampai kasus di NTB benar-benar landai. Untuk mewujudkan hal tersebut, kedisiplinan di masyarakat terus ditingkatkan sampai ditemukan vaksin.

Dalam pemaparannya, Wagub mengatakan total Covid-19 di NTB per tanggal 27 Mei 2020 sebanyak 562 total kasus positif, 279 orang positif yang masih dalam perawatan, 273 orang sembuh, 10 orang meninggal, 476 pasien dalam pengawasan, dan 187 orang dalam pemantauan.

Karakteristik kasus di NTB, 78 orang adalah anak-anak, dan merupakan kedua terbesar di Indonesia, “Ini menjadi warning bagi kita bahwa kita harus ekstra menumbuhkan kedisiplinan dalam setiap jenjang umur,” tambah Wagub.

Sebelum menutup arahannya, Wagub sekali lagi menekankan bahwa penanganan ini letaknya pada kedisiplinan dan harus dimulai dari kita dulu. “Mari kita persiapkan seluruh sistem kita untuk betul-betul bisa hidup dengan protokol Covid. Selamat bertugas dan terimkasih pemerintah kabupaten KLU, TNI/Polri, tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang telah menangani Covid,” pungkasnya.

Buapti Lombok Utara (Dr. H. Najmul Ahyar, SH., MH)

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengucapkan terima kasih atas dorongan semangat dari Wakil Gubernur NTB dan jajaran Forkopimda di KLU. Ia mengatakan, pihaknya bersama dengan TNI/Polri secara rutin memantau pasar dan tempat-tempat keramaian lainnya dalam rangka mengendalikan pandemi.

Kewajiban menggunakan masker di KLU juga terus digalakkan, “Edaran Gubernur kami backup dengan edaran Bupati, kami juga menyediakan sarana cuci tangan di pasar pada titik-titik keramaian,” tuturnya.

Terakhir, Bupati KLU menyampaikan, perintah agama sangat berkorelasi dengan keadaan saat ini yaitu prinsip untuk menjaga kesehatan dan menjaga jiwa agar selamat. “Kita sepakat, kita bangun narasi yang membuat masyarakat paham, bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah bersumber dari agama, justru melaksanakan perintah agama untuk hidup sehat,” tandasnya. (Humas NTB)

SATUKAN KOMITMEN TANGANI PANDEMI, GUBERNUR DAN FORKOPIMDA BERTEMU BUPATI/WALIKOTA

Mataram – Dalam rangka antisipasi penyebaran dampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten/Kota se Pulau Lombok, Kamis (28/05/2020).

Dimulai dari Kota Mataram, Gubernur dan Wagub menyampaikan arahannya pada Rapat Pembahasan Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Mataram bertempat di Pendopo Walikota Mataram.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengatakan bahwa istilah “New Normal” yang mencuat belakangan ini merupakan suatu hal yang memberikan sedikit angin segar. Menurutnya, Hal ini menandakan adanya kabar baik yang datang di tengah masyarakat. Namun Ia meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

“Kampanye New Normal ini membuat kita sedikit bernafas lega, ini badai segera berlalu, ada cahaya diujung terowongan,” ujar Bang Zul sapaan akrabnya.

Gubernur juga menyinggung tenaga kesehatan di NTB yang mulai terpapar Covid-19. Ia mengungkapkan bahwa kedisiplinan menjadi faktor penting agar tetap terhindar dari wabah corona. Selain itu, ia juga menyinggung wabah corona yang belakangan ini semakin rentan menyerang bayi dan balita.

“Situasi kita lebih berbahaya dibanding awal dulu. Bukan karena virusnya tetapi karena ketidakdisplinan kita dan mulai menggampangkan dan pada saat yang sama, tenaga kesehatan kita mulai bertumbangan karena 3-4 bulan berjibaku dengan persoalan ini,” terangnya.

Dengan hal tersebut, Ia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya Covid-19 yang masih mengintai dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Jangan sampai kelengahan kita ini mengakibatkan jumlah yang terpapar Covid-19 ini lebih banyak lagi di tempat kita,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa dalam menangani masalah Covid-19 ini kebersamaan dan semangat harus selalu dijaga. Karena penyebaran virus Covid-19 ini berbeda seperti kita menghadapi bencana-bencana yang lain.

“Hal-hal seperti ini dibutuhkan kekuatan kita bersama. Dalam kondisi NTB sekarang, seperti yang kita prediksi sebelumnya, lengah sedikit saja bisa terjadi second wave,” jelas Wagub.

Wagub tak ingin tenaga kesehatan yang selama ini menjadi mesin utama penanganan Covid-19 terpapar semakin banyak. Mengingat 67 tenaga kesehatan di NTB telah dinyatakan positif Covid-19.

“Hal yang sangat kita khawatirkan, namun terjadi juga. Padahal saya yakin semua sudah melakukan proteksi yang sangat baik. Oleh karena itu, semangat ini yang harus terus dijaga kedepan oleh Pemerintah Provinsi dan Kepala Daerah semuanya,” jelasnya.

Menurut Wagub, Covid-19 ini adalah penyakit yang sama dengan penyakit lainnya, hanya saja memiliki tingkat kematian yang lebih cepat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak lari dan sembunyi jika memiliki gejala dari Covid-19.

“Ini memang lebih berat, tapi saya yakin kita bisa karena do’a kita. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita semua InsyaAllah bisa teratasi dengan sebaik-baiknya,” tutup Ummi Rohmi.

Sementara itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menuturkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19. Kota Mataram yang sejauh ini terdata sebagai kota dengan tingkat terpapar positif terbanyak dinilai harus lebih bekerja keras. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov NTB diharapkan berjalan dengan baik.

“Tentu semua yang sudah menjadi kebijakan dan keputusan Gubernur sudah kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Di Kota Mataram sendiri, Ahyar menyampaikan program penanganan Covid-19 dengan pola PCBL atau Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan. Program tersebut berupa pembagian masker, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di sejumlah titik di Kota Mataram.

Terakhir, Ahyar mengajak Kabupaten/Kota yang ada di seluruh NTB agar selalu kompak dalam melawan Covid-19 bersama-sama. “Mudah-mudahan kita bisa segera terlepas dari Covid-19 ini,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani memberikan rekomendasi terkait penanganan Covid-19. Salah satunya di bandara dan pelabuhan akan diberlakukan pembatasan kepada penumpang. Setiap penumpang yang ingin masuk ke NTB harus memberikan surat tugas dan hasil swab yang berlaku 7 hari.

“Jika swab tersebut lebih dari 7 hari, maka harus swab ulang dan wajib untuk dikarantina lagi ,” jelasnya.

Menurutnya, selain bandara dan pelabuhan, yang menjadi atensi penting saat ini adalah pasar. Diharapkan, pasar-pasar harus memiliki fasilitas pendukung seperti thermo gun, hand sanitizer, penjual dan pembeli harus menggunakan masker dan sarung tangan, dan tak lupa harus menerapkan physical distancing ketika bertransaksi.

“Setiap pasar tradisional akan dibuatkan pos terpadu yang berisi aparat Kepolisian, TNI dan Pol PP untuk mengontrol pasar,” ujarnya. (Humas NTB)

GUBERNUR : TANGANI COVID-19, SEMANGAT TIDAK BOLEH KENDOR

Gubernur NTB (Dr. H. Zulkieflimansyah) dan Buapti Lombok Barat (H. Fauzan Khalid)

Lobar – Setelah dari Kota Mataram, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan kegiatan silaturahmi ke Bupati Lombok Barat (Lobar) pada Kamis (28/05/2020). Gubernur diterima langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama jajaran pemerintah Lobar.

Di sana, Gubernur memaparkan terkait dengan perkembangan penanganan Covid-19 di NTB dan secara Nasional pemerintah pusat sedang mempersiapkan skenario “New Normal”. Di NTB kata Gubernur, muncul kasus-kasus positif Covid-19 akibat transmisi lokal yang harus diwaspadai bersama.

Dengan demikian tidak ada pilihan lain kecuali semua pihak harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar mata rantai pandemi ini dapat dicegah bersama. “Karena tidak disiplin, ini mengakibatkan tenaga kesehatan kita ikut terinfeksi, bahkan Covid ini sudah menjangkiti anak-anak,” kata Gubernur.

Ia mengatakan, kunjungannya ke Lobar saat ini untuk memberikan semangat dalam upaya menangani Covid-19.” Kita harus bersama-sama memerangi pandemi ini. Jangan sampai kerja masih banyak, namun semangat kita sudah berkurang,” ujarnya.

Gubernur juga memberikan semangat kepada para Camat agar tidak bosan dalam penanganan Covid-19 di Lobar, terlebih kasus corona di daerah ini cukup besar.

Selain penanganan medis, Gubernur juga menyampaikan soal pentingnya melindungi UMKM dalam daerah di masa pandemi. Dengan melibatkan mereka dalam jaring pengaman sosial, maka UMKM juga tetap berproduksi di tengah kesulitan ini.

“Dalam musibah ada peluang untuk melibatkan UMKM dalam memenuhi kebutuhan lokal kita. Krisis ini melahirkan orang hebat dan luar biasa. Tinggal bagaimanan kita memanfaatkan orang hebat dan luar biasa ini,” ujarnya.

Tak lupa, Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang telah berperan aktif dalam membantu penanganan Covid-19 ini.” Kami ucapkan terimaksih banyak atas peran serta Toga dan Toma di Lobar karena telah membantu kami dalam menangani Covid ini,” katanya.

Sementara itu Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, pihaknya sudah membuat Tim Khusus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan, juga membuat tim penindakan jika ada masayarakat yang melanggar.

Di Lobar sendiri, kasus Covid-19 berjumlah sebanyak 114 sampai dengan tanggal 27 Mei kemarin dengan 48 pasien sudah sembuh. Sebanyak 7 kasus Covid-19 diantaranya dari kalangan medis. Mereka sedang menjalani proses karantina di Senggigi.

“Kami berharap kebijakan pembatasan penumpang seperti yang diberlakukan di bandara, diterapkan juga di pelabuhan agar upaya kita bersama semakin optimal,” terangnya.(Humas NTB)